Khawatir Jebol, Warga Medini Tiap Malam Jaga Tanggul Kritis

by
Tanggul Kritis
Foto: Peninjauan tanggul kritis di Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kamis (08-02-2018). (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Warga Desa Medini, Kecamatan Undaan, merasa resah dengan kondisi tanggul kritis yang ada di sepanjang gang 14 hingga gang 17. Pasalnya tanggul yang idealnya memiliki lebar 6 meter kini hanya menyisakan 1,5 meter akibat diguyur hujan.

Kepala Desa Medini Agus Sugianto mengatakan, kondisi tanggul kritis sudah terjadi akhir tahun lalu. Namun hingga kini belum juga ditindaklanjuti pihak berwenang yakni BBWS Pemali Juwana.

TRENDING :  Bunga Kamboja, Simbol Perjuangan Hidup dari Nenek Harni

Akibatnya warga menjadi resah. Puncaknya terjadi pada Senin (05-02-2018), saat terjadi banjir bandang di wilayah Kudus timur dan Kudus barat. Warga setempat khawatir debit air meningkat dari Bendung Wilalung, yang berakibat dapat membuat jebolnya tanggul yang kritis.

Bahkan, warga sejak Senin lalu membuat jadwal jaga setiap malam di pinggir tanggul. Mengantisipasi air jika sewaktu-waktu ada air kiriman datang. “Kalau ada air besar dengan debit Bendung Wilalung 600 kilometer kubik bisa jebol. Sekali jebol pasti mencapai setinggi rumah, makanya warga khawatir,” katanya.

TRENDING :  Diguyur Hujan Seharian, Kawasan Utara Dilanda Longsor

Agus menambahkan, warga menuntut secepatnya dilakukan perbaikan. Karena kondisi saat ini sudah sangat darurat. “Warga meminta perbaikan yang serius dari BBWS, jangan sampai seperti satu bulan lalu yang hanya formalitas mengirim 10 orang saja melakukan perbaikan dengan cara manual. Masa perbaikan hanya pakai cangkul?,” keluhnya.

TRENDING :  Dramatis, Gol Tunggal Rendi Antar PSG ke Semifinal
KOMENTAR SEDULUR ISK :