Kios di Pasar Mijen Kudus Sudah 20 Tahun Belum Pernah Direnovasi

Kios di Pasar Mijen Kudus Sudah 20 Tahun Belum Pernah Direnovasi

Kudus, isknews.com – Sebagian besar Kios Pasar Mijen, di Jalan Raya Kudus – Jepara, Kabupaten Kudus, sudah puluhan tahun belum pernah direnovasi. Bahkan ada diantaranya yang 20 tahun lebih belum pernah tersentuh pembangunan, yakni yang letaknya di sisi sebelah selatan.

Kepala Pasar Mijen, Zamroni, yang dihubungi isknews.com, Rabu (26/07), mengatakan hal itu. Menurut dia, Pasar Mijen yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kabupaten Kudus, memiliki sebanyak 88 kios dengan ukuran masing-masing 3 x 4 meter. Karena usianya yang sudah puluhan tahun, yakni sejak pasar itu didirikan, sebagian besar kondisi fisik bangunan kios memprihatinkan. Pasalnya, tidak ada anggaran perawatan fisik dari APBD Kabupaten Kudus, sehingga perawatan bangunan kios itu dilakukan oleh para pemilik kios. “Perawatan yang bisa dilakukan oleh pengurus pasar, paling pengecatan”.

Meskipun banyak diantaranya dari kios itu yang keadaannya tidak layak, ungkapnya lanjut, namun oleh pemilik kios masih digunakan untuk berjualan, ada yang buka usaha warung makan, sembako dan lain-lain. Pengunjung pasar ini tidak hanya dari Kudus saja, melainkan juga dari desa-desa di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Jumlahnya pengunjung ini mencapai ratusan orang per hari.

TRENDING :  Jalan Lingkar Mijen – Klumpit Kudus Masih Buntu

Selain kios, di Pasar Mijen yang luas tanahnya sekitar 11.000 meter persegi itu, mempunyai los sebanyak 496 unit, masing-masing unit berukuran 2×3 meter. Kios dan los sebanyak itu, ditempati pedagang yang jumlahnya mencapai 712 orang, termasuk pedagang lesehan. “Pasar Mijen yang melayani kebutuhan masyarakat Kudus di wilayah barat, sejak dahulu dikenal sebagai pasar sembako dan sayuran,” ujar Zamroni.

TRENDING :  Pembangun Drainase dan Trotoar di Jalan Menur Kudus Dilaksanakan Bertahap

Dalam upaya penambahan fasilitas untuk pedagang, sekarang ini sedang dilakukan rehab los pedagang ikan dan sayuran. Los yang direhab itu berdiri di atas tanah ukuran panjang 21 meter dan lebar 11 meter, besarnya anggaran yang dialokasikan Rp 1,4 miliar, sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran (TA) 2017.

TRENDING :  Penerapan E-Retribusi Secara Massif Gagal Dilakukan Tahun Ini

Semula di areal tanah itu sudah ada los sederhana yang didirikan secara swadaya oleh 50 orang pedagang yang menempati. Karena kondisi bangunannya yang tidak layak pakai, maka diusulkan agar los tersebut dibongkar untuk di rehab, termasuk kios sembako sebanyak empat unit yang ada di dalam tersebut. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post