Kirab Budaya Kademangan Jebres Ke-3 Tahun 2015

Kirab Budaya Kademangan Jebres Ke-3 Tahun 2015

Surakarta, isknews.com – Kirab budaya Kampung Jebres merupakan acara peringatan berdirinya Kelurahan Jebres (HUT Jebres). Berdirinya kampung ini memiliki kisah sejarah yang mengiringinya, tepatnya pada saat Indonesia masih terjajah oleh Belanda. Menurut Prastowo, orang Belanda sering menyebut Jebres dulunya adalah Lan Varest karena disini adalah tempat persembunyian Inlender. Dan pada zaman dahulu di daerah Jebres banyak sapi diternak, ada orang belanda yang memproduksi keju dan susu, dan itu dimanfaatkan untuk penunjang ekonomi warga sekitar. Nama orang tersebut adalah J.Prassen, karena itu warga banyak yang menyebut Jebres karena lidah orang jawa tidak biasa menyebut bahasa belanda.

Rangkaian acara ini terdiri dari 3 kegiatan yang dilakukan selama 3 hari yaitu tanggal 23-25 November 2015. Acara pertama yang dilaksanakan pada tanggal 23/10 adalah Umbul Dongo dan Kembul Bujana, yaitu menyampaikan doa bersama untuk Ki Demang Jebres, yang dianggap sebagai sesepuh Kampung Jebres. Dilanjut dengan bedol pusaka, di sini ada 3 pusaka utama yaitu 1 artefak, pekak kendali terdiri dari Kuda Samparangin dan kuda Jalumampang. 2 keris yaitu keris Kyai Sankan dan Kyai Katongan, dan 1 tombak yaitu tombak Kyai Jatayu, yang dikirab dari makam Ki Demang yaitu di Pedaringan sampai Taman Cerdas.

BACA JUGA :  Kopral Partika Subagyo: Dengan Pemain Yang Waw, Berharap Penonton Membludak

Dan acara pada tanggal 23-24 November di Taman Cerdas ada pentas seni kampung yang diikuti seluruh warga Jebres untuk menampilkan pentas seni dari geguritan, tarian, sampai ketoprak ditampilkan di pensi malam kedua nanti dan acara ini diikuti oleh 100 warga jebres untuk mengisi pensi . Acara puncaknya yaitu pada hari Ahad (25/10) dimulai dengan pentas Tari Kolosal Babad Kademangan Jebres yang kerjasama dengan mahasiswa ISI Surakarta. Acara ini dilanjut kirab yang diikuti semua warga Jebres.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengingat kembali bagaimana berdirinya kampung Jebres. Saat Seksi acara Prastowo diwawancarai oleh isknews.com mengatakan “Kami ingin event ini menjadi event tahunan dengan tujuan agar masyarakat tahu dan mengingat kembali sejarah berdirinya Kelurahan Jebres. Solo merupakan kota budaya, jadi kami menampilkan budaya dan tradisi jawa yang masih kami jaga dan lestarikan” ujarnya.

BACA JUGA :  ‪#‎ISK_Bisnis‬ Melemahnya Mata Uang Rupiah. Siapa Yang DiRugikan?

 

Amalia Zulfana

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post