Kirab Budaya Rebo Wekasan Di Desa Jepang Mejobo Ku

oleh

Kudus-Ribuan warga Desa Jepang Kecamatan Mejobo berantusias menyaksikan kirab budaya Rebo Wekasan, Selasa (08/12). Sekitar kurang lebih 70 Kontingen dari berbagai pihak Sekolah SD, SMP dan SMA serta beberapa organisasi masyarakat turut berpartisipasi dalam meramaikan karnaval budaya dengan jarak 2 KM dari Lapangan Kecamatan Mejobo sampai area Masjid Al Makmur desa Jepang.


Kirab itu mengusung aneka potensi Desa Jepang, terutama Air Salamun, hasil pertanian dan kerajinan bambu. Hal ini sebagai wujud pelestarian budaya syiar agama Islam yang dilakukan seorang ulama bernama Ndoro Ali pada tahun 1925 dengan cara membagi-bagikan air salamun yang bersumber dari sumur kuno Masjid Al Makmur. ”Disebut air salamun karena air itu diyakini bertuah dan menjadi sarana menangkal bala atau ancaman marabahaya. Salamun berasal dari kata ‘salam’ yang berarti ‘selamat’,” jelas H. M. Mastur selaku Ta’mir Masjid Al- Makmur. Penyelenggara Rebo Wekasan.
Sementara itu para peserta sangat antusias dalam mengikuti kirab tersebut, seperti halnya peserta dari SDN 3 Jepang yang menampilkan Tradisi Jawa Buntut-Butut Lawe yang hampir punah dikalangan masyarakat.
“Sangat senang sekali mas isknews.com, meskipun dalam kirab ini kami mengeluarkan biaya sendiri untuk riasan, dari orang tua cukup mendukung untuk kegiatan ini” ujar salah satu guru SD 3 Jepang.
Kegiatan yang dinamakan Rebo Wekasan ini dikarenakan acara ini diadakan setiap hari Rabu terakhir di bulan safar. ”Sebagaimana yang diterangkan dalam kitab Jawahir yang menyebutkan,”Allah menurunkan setiap tahun 320.000 Bala’. Untuk itu setiap umat muslim di sunahkan untuk berdoa memohon kepada Allah Subhanahu wata’ala agar di jauhkan bala’ tersebut. (FT/GP/LR)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Hujan Deras , Mengakibatkan Pohon Tumbang di Kudus