Kirab Budaya Warga Desa Menawan Syukuri Melimpahnya Air Sendang Widodari

oleh

Kudus, isknews.com – Kirab Budaya dan Pagelaran teatrikal siang tadi di gelar di Bumi Perkemahan Abiyoso Desa Menawan Kalender budaya warga Desa Menawan yang baru berjalan untuk kali yang kedua ini kini di dukung penuh oleh Pemerintah Desa Menawan termasuk juga kontribusi sebagian pendanaan dan pelibatan 6 RW dan 30 RT yang ada di Desa penghasil Jambu Citra tersebut.

Sebelumnya even yang kini menjadi mascot wisata Desa Menawan Gebog Kudus digagas oleh anak-anak muda warga Desa yang tergabung dalam Komunitas Sadar Wisata Tali Jiwa, Karang Taruna Wira Bhakti dan kelompok kesenian Amoeba

Menurut ketua Panitia Tri Lestari, Acara yang digelar dalam rangka nguri-uri Sendang Widodari yang merupakan salah satu sumber air utama warga desa ini dikalau musim kering dan kemarau panjang ini dilaksanakan pada setiap bulan Suro, “Pada tahun ini bertajuk “Adri Shankara Menawan” atau Gunung yang menguntungkan bagi warga Desa Menawan,” ujar Tri kepada media ini.

TRENDING :  Kirab Budaya Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke 276

Diterangkan olehnya, sebelumnya pada sekitar pukul 07.00 telah dilangsungkan simbolisasi pengambilan air dari Sendang Widodari , ” kemudian pada pukul 08.00 bergerak menuju titik di perempatan menawan sebagai awal dimulainya Kirab hingga sampai ke lokasi ini,” terangnya.

Kirab budaya diikuti hampir seribuan lebih peserta yang merupakan kontingen dari RT dan RW serta perdukuhan yang ada di Desa Menawan, dengan menampilkan pawai berbusana adat dan visualisasi kehidupan adat budaya dan pertanian di Desa yang finish di lapangan Bumi perkemahan Abiyoso.

TRENDING :  Kirab Budaya "Pincuk Pecel" Tradisi Muharam Desa Mlati Lor

Sebagai acara inti adalah pementasan Teatrikal berjudul  “Ruwatan Air” yang diikuti oleh hampir 50 teaterwan dan teaterwati serta musisi warga Menawan, cerita yang menggambarkan kondisi geografis dan sejarah kelam bencana tanah longsor dan kekringan yang pernah melanda Desa tersebut, berhasil dimainkan dengan apik dan menghipnotis pemirsa yang larut terbawa dalam Susana duka warga Menawan.

Disutradarai oleh Warih Banyu Wewe dan asisten Tri Lestari para aktor dan Aktris tempatan anggota teater Tali Jiwa sukses memvisualisasikan duka warga Menawan kala itu.

Usai acara kirab dan pentas budaya, acara yang diiakhiri dengan simbolisasi ruwatan kepada seluruh warga desa serta rebutan gunungan.

Kepala Desa Menawan Sholihin, mengatakan, Kegiatan ini dibeayai oleh swadaya warga Desa, memang ada dana stimulan sedikit dari Desa tapi jumlahnya tidak seberapa. “Harapan saya kegiatan budaya ini bisa menjadi ikon wisata di Kabupaten Kudus,” katanya.

TRENDING :  Sedekah Bumi Desa Tempur, Sediakan Kopi Gratis Bagi Wisatawan

“Tradisi di Menawan ada banyak terkait sendang widodari ini termasuk juga penganten baru yang harus membasuh menggunakan air sendang ini, juga syukuran atas melimpahnya airdi Desa ini utamanya bagi warga yang berada di sebelah barat jalan,” tuturnya.

Sementara itu Yuli Kasiyanto Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi gagasan warga Desa Menawan, “ kami akan lakukan kajian dan pendalaman agar kedepan nanti agenda budaya di Desa ini memperoleh bantuan anggaran dari pemetrintah Kabuoaten Kudus, ” ungkapnya. (YM)

 

.

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :