Kisah Ibu Pencari Brayo, Petaruhkan Nyawa Demi Asap Dapur

by

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Setiap seminggu sekali Suminah (40) warga Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil, Pati harus berjibaku diantara rerimbun tanaman mangrove hanya untuk memetik buah brayo di kawasan konservasi hutan mangrove tepatnya di Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil, Pati. Terhitung sudah 30 tahun ia tekuni profesinya tersebut.

“Saya kan jualnya matang, jadi kalau sudah habis buah brayonya. Saya ambil lagi disini, 5 hari kadang juga seminggu sudah mengunduh lagi,” tuturnya, Senin (15/05/2017).
Berbekal karung dan pakaian tebal membalut seluruh tubuhnya, Suminah dengan harapan dapat mendulang buah brayo. Tanpa ragu, ia terjang hamparan tanaman mangrove dengan berbagai marabahayanya. Pasalnya, tidak hanya lumpur yang mampu menenggelamkan hingga paha orang dewasa, disana juga banyak hewan melata dan reptile berbisa.

“Tadi lumpurnya cukup dalam soalnya semalam turun hujan, ini tadi sampai paha. Kalau ular, biawak banyak di dalam sana. Saya kan ambilnya di dalam sana, soalnya diluar sudah habis. Takut juga, dahulu ada rekan yang meninggal dunia karena digigit ular juga,” beber Suminah.
Setelah karung bawaannya berisi setengah buah brayo dengan berat berkilo-kilo, ia pun menyudahi perburuan buah dari tanaman rencek tersebut. Suminah mengaku, untuk mendapatkan brayo hingga setengah karung tersebut, ia harus memanen mulai pukul 6 pagi hingga 11 siang.

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Ontong atau Jantung Pisang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*