Kolestrol Tinggi Pasca lebaran, Turunkan Dengan Cara Ini

oleh
Kolestrol Tinggi Pasca lebaran, Turunkan Dengan Cara Ini
Foto: Makanan khas lebaran yang berminyak dan berkolestrol tinggi. (Nila Nisawatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tidak asing lagi, perayaan lebaran selalu disertai dengan sajian berbagai macam hidangan lezat. Untuk itu, menjaga kesehatan pada momen lebaran ini penting dengan cara mengatur pola makan yang baik.

Jangan sampai, pasca Lebaran, berbagai penyakit justru datang menghampiri. Sebab tak dipungkiri, makanan yang kerap disajikan pada saat lebaran identik dengan berlemak dan berkalori tinggi.

“Terlalu sering mengkonsumsi makanan bersatan dan berlemak tinggi dapat meningkatkan kadar kolestrol di dalam tubuh. Tingginya kadar kolestrol di dalam tubuh ini meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke,” tegas dr. Guntur Aryo Puntodewo.

TRENDING :  Lalui Keluarga, Tingkatkan Kualitas Kesehatan

Dijelaskannya, tubuh manusia sejatinya membutuhkan kolestrol untuk keberlangsungan proses metabolisme dan organ-organ tubuh. Namun, jumlah kolestrol yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan penumpukan pada dinding arteri. Penumpukan ini mengakibatkan penyempitan dan terhambatnya aliran darah di pembuluh nadi hingga menyebabkan stroke.

TRENDING :  Sandang Gelar Kampiun PSG Putra Getaspejaten Berhak Bawa Hadiah Ini

Penyakit kolestrol ini banyak terjadi di pasca lebaran. Konsumsi makanan bersantan dan berlemak tinggi secara terus menerus selama lebaran menjadi penyebab tingginya kadar kolestrol dalam darah.

“Untuk menurunkannya, bisa dilakukan dengan penerapan pola hidup sehat selama lebaran. Banyak mengkonsumsi air putih, sayuran dan buah-buahan dapat menjadi solusi untuk menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh,” ungkap dr. Guntur.

Selain itu, lanjutnya, bisa diimbangi dengan olahraga. Jangan karena lebaran, kemudian mengabaikan olahraga. Olahraga sangat penting untuk memberikan penyegaran dan menyehatkan tubuh.

TRENDING :  Tiga Anggota DPRD Kudus PAW Resmi Dilantik

“Masyarakat bisa tetap menikmati makanan khas lebaran seperti opor, sambal goreng ati dan lentog saat lebaran. Namun harus tetap dimbangi dengan pola hidup sehat, mengkosnsumsi sayuran dan buah-buahan serta olahraga, agar tidak terjadi kenaikan kolestrol pasca lebaran,” saran Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Ikatan Dokter Indonesia Kudus tersebut. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :