kunker-dprd-batang-4

Komisi B DPRD Batang Datangi Bupati Kudus Terkait Solusi Pemberian Honor Bagi Honorer K2

kunker-dprd-batang-3

Kudus, Isknews.com – Masalah tenaga honorer belum tuntas tersolusikan di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari tuntutan mengenai besarnya honor yang diterima, hingga ingin diangkat menjadi CPNS. Sebagaimana yang terjadi awal tahun ini. Ribuan tenaga honorer kategori II (K2) mendatangi istana merdeka, Jakarta, untuk menyampaikan harapannya menjadi CPNS.

Namun mereka pulang dengan tangan hampa. Pasalnya semuanya dikembalikan pada daerah untuk mengambil kebijakan sesuai kemampuan anggaran yang ada. Melihat hal ini, Bupati Kudus H. Musthofa merasa terpanggil untuk bisa memberikan penghargaan kepada mereka yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun.

Terkait dengan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS, itu menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun demikian hasil audiensi bupati dengan para tenaga honorer K2 ini, bupati memberikan mereka gaji dengan standar upah minimum kabupaten (UMK) yang tahun ini sebesar Rp. 1.608.200. Serta adanya jaminan kesehatan melalui BPJS kesehatan/BPJS tenaga kerja.

Baca Juga :  200an Lebih PNS Di Lingkungan Pemkab Kudus Pensiun Tiap Tahun

Tertarik dengan solusi ini, Komisi B DPRD Kabupaten Batang yang diketuai Teguh Raharjo mendatangi Bupati Kudus, Rabu (12/10). Kedatangannya ingin ‘ngangsu kaweruh’ mengenai solusi tenaga honorer ini. Termasuk yang lebih luas yaitu mengenai kemajuan dunia pendidikan di Kudus, diantaranya SMK dengan keahlian khusus yang dibangun tanpa APBD.

Menjawab hal ini, Bupati Kudus memaparkan gagasannya tersebut. menurutnya, tenaga honorer K2 yang mayoritas adalah guru merupakan profesi yang telah berjasa memberikan bekal pendidikan bagi generasi penerus. Secara lebih luas, tenaga honorer yang telah memberikan pengabdian bertahun-tahun layak untuk mendapatkan honor senilai besaran UMK ini.

Baca Juga :  Sosialisasi Kawasan Tertib Satpol PP Kudus bersama Satpol PP Propinsi

”Bagi kami, tidak ada alasan tidak ada anggaran. Ingatlah pengabdian mereka. Setelah kami alokasikan anggaran ini, ternyata bisa,” kata Bupati siang itu.

Menyinggung mengenai adanya sekolah gratis di Kudus serta SMK dengan keahlian khusus, Pak Musthofa hanya bertekad menyiapkan masa depan terbaik bagi anak-anak bangsa. Melalui APBD, siswa dari SD hingga SMA/SMK tidak dipungut biaya karena sudah teranggarkan sebesar Rp 29,62 miliar.

”Sedangkan untuk 14 SMK hasil kerja sama dengan perusahaan, ini sama sekali tanpa APBD,” tambahnya.

Sekolah dimaksud diantaranya yaitu sekolah maritim, sekolah animasi, sekolah kuliner, sekolah fesyen, sekolah komputer jaringan, sekolah teknik permesinan, sekolah kecantikan, serta berbabagi jurusan lain. Yang semuanya dibangun oleh pihak perusahaan dan kurikulumnya sesuai dengan pasar industri.

Baca Juga :  Endang: Warga Kudus Jangan Takut Didatangi Petugas Sensus Ekonomi 2016

”Prinsip kami, bantuan pihak ketiga jangan diterima dalam bentuk uang cash. Tetapi silakan diterima dalam bentuk barang atau fisik, termasuk untuk pendidikan ini,” lanjutnya.

Bupati yang telah memasuki tahun kesembilan kepemimpinannya di Kudus ini tidak ingin menyisakan PR di Kudus. Tetapi semuanya harus rampung sesuai dengan program pro rakyatnya. Untuk itu, harus ada peran masyarakat untuk menyukseskan programnya itu.

”Kalau di Kudus bisa, saya yakin di Batang juga harus bisa,” pungkasnya.(rg)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?