Komisi C Temukan Pemanfaatan Hibah Tak Tepat Sasaran

oleh
Foto: Suasana rapat palipurna DPRD Kabupaten Jepara. (Zacky Alvian/ISKNEWS.COM)

Jepara, ISKNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Jepara setiap tahunnya mengucurkan anggaran ratusan juta untuk bantuan hibah kepada sejumlah Kelompok Usaha Bersama (Kube). Bantuan ini harapannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ekonomi kelas bawah, agar bisa lebih berdaya. Hanya saja, monitoring yang dilakukan oleh Komisi C DPRD Jepara ke beberapa Kube, didapati bahwa bantuan hibah tersebut penyaluran atau pemanfaatannya belum tepat.

Monitoring Komisi C ini mendapati setidaknya dua Kube yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 Juta. Bantuan yang digunakan untuk beternak kambing ini seharusnya sasarannya untuk masyarakat tidak mampu, namun kenyataannya justru salah sasaran, dan diberikan kepada warga mampu bahkan memiliki mobil. “Kami berharap bantuan hibah yang diberikan oleh pemerintah digunakan sebagaimana mestinya,” kata anggota Komisi C DPRD Jepara Achmad Sholikhin.

TRENDING :  Panwascam Pecangaan Temukan Ratusan Pemilih TMS

Selain kedua Kube di Kecamatan Mlonggo, Komisi C juga melakukan monitoring ke kube di Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji. Bantuan sebesar Rp 10 Juta yang dikucurkan, oleh Kube ini digunakan untuk usaha pembibitan lele.

TRENDING :  Kirab Kebangsaan Meriahkan Harlah NU di Nalumsari

Sementara itu, dalam kesempatan monitoring yang sama, Komisi C juga memonitoring pelaksanaan dana hibah ke beberapa sekolah dan lembaga keagamaan. Di SDN 5 Kauman Kecamatan Kota, pengelola sekolah meminta, agar halaman sekolah ditinggikan, agar saat hujan airnya tidak masuk ke kelas. Di SDN Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Komisi C mendapatkan permintaan agar dibuatkan bangunan mushola yang selama ini belum ada.

TRENDING :  BPBD Salurkan Logistik ke Wilayah Terdampak Bencana

Dalam kesempatan itu, Komisi C juga menyarankan kepada sekolah, untuk mengusulkan guru tidak tetap (GTT) maupun Pegawai tidak tetap (PTT) yang selama ini hanya ber SK kepala sekolah, harus dimintakan SK dari dinas. Hal ini agar mendapatkan tunjangan dari Pemda yang disesuaikan dengan hitungan jam belajar mengajar. (ZA/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :