Komunitas Sepeda Tua OOT Raih Juara 3 Rekor Muri Dan Leprid Di Sidoarjo

oleh
Kosti Kudus saat menerima hadiah juara ke 3 lomba lurik dari Ketua Kosti Pusat,Joko Rinto Pihantono (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Komunitas sepeda tua Indonesia (KOSTI) Kudus yang di wakili oleh komunitas Onto Onto Tok (OOT), berhasil meraih juara ke tiga pada even Pemecahan rekor Muri dan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), ngonthel dengan baju lurik terunik tingkat Asia Pacific di Bumi Jenggolo Sidoarjo Jawa Timur, Minggu (10/02/2019).

Acara yang di  Ikuti oleh lebih 12 000 penggemar sepeda tua dari seluruh Indonesia ini memeriahkan event Internasional sepeda onthel kuno se-Indonesia. Kegiatan tersebut juga di ikuti peserta dari manca negara diantaranya dari Malaysia dan Thailand.

Menurut  Joko Sriyono, Sekjen Kosti Kudus, kepada media ini mengatakan, pada acara yang bertemakan  ‘Satu Sepeda Sejuta Saudara’. Dan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Jadi Sidoarjo ke-160. Serta ulang tahun Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) ke-11.

“Kudus telah mewakili Kosti Jateng dengan mempersembahkan 2 trophy sekaligus sebagai juara ke 3 lomba lurik , sementara juara 1 diraih oleh Kosti Kaltim,dan juara ke 2 Kosti Lumajang, namun Kudus juga memperoleh tambahan sebagai juara 2 Lomba lari bersepeda,” katanya kepada media ini, Kamis, (4/02/2019).

TRENDING :  Komunitas Hockey Kudus Galang Dana Dengan Jualan Takjil
TRENDING :  Sepanjang 2017, Ada 2292 Kasus TB di Jepara

Dijelaskan oleh Joko, penyerahan tropy dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Ketua Kosti Pusat,Joko Rinto Pihantono, kepada dirinya yang mewakili Kosti Kudus di panggung utama event Bumi Jenggolo 2 Sidoarjo Jawa timur.

Sekjen Kosti Kudus Joko Sriyono saat menerima penghargaan dari Muri dan Leprid di Sidoarjo Jawa Timur (fotoL Istimewa)

“Selain itu ngonthel bareng yang memakai baju lurik ini memecahkan rekor dunia dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) dengan peserta terbanyak. Kegiatan tersebut start dan finish di lapangan parkir GOR Delta Sidoarjo,” jelas dia.

Joko mengatakan, ngonthel bareng ini memecahkan rekor nasional dan rekor baru, dengan nomor urut ke-44. Sebelumnya di Semarang ngonthel Kebangsaan dengan peserta 8 ribu. Sementara itu di Sidoarjo ngonthel ini sebanyak 12 ribu, yang 10 memakai baju lurik. “Ini pertama kali di Indonesia yang memakai baju lurik,” ujarnya.

“Dengan perolehan penghargaan di tingkat asia pasifik itu, tentu saja akan lebih mendongkrak semangat para pecinta sepeda tua di Kudus untuk terus aktif bersepeda dan berpartisipasi pada kegiatan kegiatan yang melibatkan komunitas sepeda tua, baik nasional maupun internasional,” tandas Joko. (YM/YM)

TRENDING :  Dalam Rangka Memperingati HUT KE 40 Madrasah NU Hasyim Asy'ari Kudus Adakan Sepeda Santai
KOMENTAR SEDULUR ISK :