KONDISI GEDUNG RS. KARTIKA HUSADA MENGHAWATIRKAN,MASYARAKAT MENGELUH

oleh
dr.Anggoro ,“ Bahkan kita bisa melihat langit dari dalam ruangan dikarenakan genteng sudah tidak berada di tempatnya disebabkan kayu yang rusak dimakan rayap. " ( Foto : Istimewa )

KUDUS , ISKNEWS.COM – Kondisi Rumah Sakit Kartika Husada yang sudah mengalami kerusakan serius membuat masyarakat yang berobat maupun berkunjung merasa khawatir.Hal ini disampaikan pasien yang sudah beberapa hari berobat.

Sukamto (45) warga desa Ngembalrejo yang semula berobat di Poli gigi mengaku dirinya prihatin dan khawatir kondisi Rumah Sakit yang mengalami kerusakan disana sini.” Kondisi atap yang sudah melengkung bahkan beberapa genteng lepas bisa berbahaya untuk pengunjung apalagi pasien.” Ungkapnya ketika ditelpon ISKNEWS.COM (26-03-2019).

TAMPAK DEPAN : Bangunan Rumah Sakit Kartika Husada yang berada di jalan Jenderal Sudirman Kudus ( Foto ; Istimewa )

Ditambahkanya , “ Kondisi ini harus segera mendapatkan perhatian dan penanganan dari pihak terkait agar segera mendapatkan solusi sebelum menimbulkan persoalan yang lebih serius.”

TRENDING :  Diduga Akibat Warga Bakar Jerami Jaringan Pipa PDAM meleleh dan pecah

Sementara itu dari pihak management RS Kartika Husada , dr. Anggoro Dwi Prayitno selaku Kepala Rumah Sakit kepada ISKNEWS.COM (27-03-2019) di ruang kerjanya membenarkan adanya sejumlah kerusakan bangunan bahkan peralatan juga ada yang butuh perbaikan.

Dan dirinya mengatakan bahwa kondisi ini sudah ditindaklanjuti beberapa waktu lalu dengan mengirim proposal kepada pihak terkait agar segera mendapatkan sejumlah dana untuk perbaikan.

“ Sudah saatnya Rumah Sakit ini diperbaiki mengingat kondisi ruangan yang sudah mengalami kerusakan serius.” Terangnya datar. “ Bahkan kita bisa melihat langit dari dalam ruangan dikarenakan genteng sudah tidak berada di tempatnya disebabkan kayu yang rusak dimakan rayap. ” Ungkapnya.

TRENDING :  Unit Pelayanan Hemodialisa

Bahkan dirinya pernah berdiskusi dengan pihak pemerintah daerah kaitanya dengan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau ( DBHCHT ) dan informasi yang diperoleh menyatakan bahwa dana tersebut hanya bisa diperuntukan kepada Rumah Sakit Pemerintah.” Lha kita juga khan Rumah Sakit milik Pemerintah, kok ndak bisa ya ? “ Kata ia sambil mengerutkan dahi.

“ Yang pasti kita telah melakukan hal yang seharusnya kami lakukan yakni mengirimkan prososal pengajuan dana beberapa waktu lalu senilai 4 Miliar namun sampai dengan hari ini belum mendapatkan tanggapan.” Terangnya.

TRENDING :  Kondisi Sabuk Hijau Pengaruhi Konsistensi Pasokan Debit Air Bendung Logung

“ Seandainya dana dari BPJS bisa lancar tentu kami tak akan menunggu lagi seperti bangunan sebelumnya kita bisa menyisihkan dana tersebut untuk perbaikan gedung, lha sampai saat ini tunggakan BPJS baru terbayar sampai bulan Oktober 2018.Kami berharap agar pihak terkait bisa membantu memberikan jalan keluar atas proposal yang kami kirim supaya kekhawatiran masyarakat atau pasien teratasi.” Pungkasnya. ( Mr )

KOMENTAR SEDULUR ISK :