Konservasi Kawasan Hutan Muria Butuh Sinergi Berbagai Pihak

oleh
Rapat Koordinasi Pembahasan Konservasi Hutan Muria Kudus bersama PT Djarum, di command center Diskominfo Kudus, Selasa (5/3/2019) siang.

Kudus, ISKNEWS.COM – Penanganan konservasi kawasan hutan muria butuh sinergi berbagai pihak. Baik dari sisi pemerintah, masyarakat serta dari pihak lainnya.

Hal itu dikatakan Ratih Loekito dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara saat Rapat Koordinasi Pembahasan Konservasi Hutan Muria Kudus bersama PT Djarum, di command center Diskominfo Kudus, Selasa (5/3/2019) siang.

Saat ini pihaknya sedang melakukan kajian di gunung muria mengatakan, Isu konservasi dan isu ekonomi yang sangat sensitif di masyarakat. “Tentunya forum seperti ini bisa melibatkan banyak pihak, tidak bisa hanya satu pihak karena penanganan hutan butuh sinergi berbagai pihak. Baik dari sisi pemerintah, masyarakat serta dari pihak lainnya,” ucapnya

Dirinya juga menjelaskan bahwa saat ini tengah fokus mencari data dasar di kawasan hutan muria, yang nantinya akan dikaji lebih dalam sehingga dapat menghasilkan output perencanaan yang akan kami usulkan ke pemerintah kabupaten Kudus dan pemangku kepentingan lainnya mengenai hutan Muria.

TRENDING :  Edi Meninggal Mendadak Saat Jemput Cucu Di Halaman Sekolah TK

“Saat ini kami sudah memasang 37 kamera trap yang di sebar dibeberapa titik dikawasan Muria sejak bulan Agustus 2018, yang nantinya akan kita jadikan dasar buat kajian yang akan kita gunakan untuk desain berupa perencanaan yang akan disepakati bersama dari berbagai unsur,” lanjutnya.

Bupati HM Tamzil yang berkesempatan memimpin jalannya rapat mengatakan, “Saya merasakan kegelisahan masyarakat tentang kondisi gunung muria saat ini, dalam 10 tahun terakhir,  gunung muria butuh perhatian yang lebih serius,” ujarnya

Lebih lanjut, dirinya juga meminta informasi kondisi terkini yang lebih detail tentang permasalahan dan apa yang harus dilakukan kedepan untuk penanganan Gunung Muria.
“Kita sebagai pemerintah daerah akan support penuh untuk perbaikan kedepan, apa yang menjadi keinginan dan pemikiran bapak bapak akan saya fasilitasi dengan Perda atau landasan hukum lainnya,” Lanjut bupati

Bupati Kudus juga berharap, agar semua pihak saling bersinergi dan nantinya menghasilkan sesuatu yang dapat menyelamatkan gunung muria. “Saya berharap hasil dari riset ini dapat bermanfaat dalam menjadikan kawasan hutan muria menjadi lebih baik,” tutupnya.

TRENDING :  20 Kios Baru Pedagang Lentog Belum Difungsikan

Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji mengatakan bahwa kita harus yakin, percaya dan sadar bahwa kelestarian penghuni bumi ini tergantung pada kita terhadap lingkungan, bukan lingkungan yang bergantung pada kita.

Bagaimana kita dapat memelihara alam ini, dan meminta kepada semua pihak agar mencurahkan tenaga dan memikiran untuk menjaga kelestarian alam yang akan kita tinggalkan kepada anak cucu kita, sehingga mereka nantinya masih dapat menikmatinya.
“Kami akan berkomitmen bersama pemerintah daerah dan unsur lainnya untuk bagaimana kedepannya gunung muria bisa terselamatkan, Kita harus sadar, apa yang tidak seimbang maka kita harus seimbangkan,” ujarnya

Sementara Safari, perwakilan dari perhutani mengatakan yang perlu menjadi perhatian adalah edukasi terhadap masyarakat sehingga kesadaran untuk tidak menebang hutan.
“Perlu pendekatan kepada masyarakat guna menghijaukan gunung Muria, karena masih banyak masyarakat yang menebang pohon.
Masalah Pokok menurut kami kami adalah penyadaran masyarakat, bagaimana masyarakat bisa ikut melestarikan hutan kita,” ujarnya

TRENDING :  Jalan Sehat Ramaikan HUT ke-73 PGRI dan HGN Kecamatan Bae

Usulan lain datang dari akedemisi perwakilan dari UMK mengatakan, “kedepan perlu adanya pelajaran muatan lokal tentang pendidikan lingkungan. sehingga masyarakat bisa tereduksi sehingga sadar dan tahu tentang kondisi alam sekitar,” Ujar dosen dari UMK

Diketahui, Gunung muria terletak di pegunungan yang mencakup 3 wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati, meskipun begitu gunung muria merupakan ikon gunung yang melekat pada Kabupaten Kudus, saat ini gunung Muria butuh perhatian lebih sebab kondisinya sudah dianggap memprihatinkan.

Rapat Koordinasi Pembahasan Konservasi Hutan Muria Kudus bersama PT Djarum juga dihadiri Sekretaris daerah, asisten 1, asisten 3, Camat Dawe,  Camat Gebog, Kepala desa Colo, Rahtawu, Ternadi, Perwakilan dari perusahaan, perhutani, Yayasan konversasi hutan dan TNI Polri serta perwakilan dari akademisi. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :