Kophi Penghijau Solo

DSCF5455 DSCF5461Surakarta,isknews.com- (22/02)

Dalam rangka meperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada Minggu 21 Februari 2016. Seluruh Indonesia serentak melakukan aksi besar-besaran langsung turun ke jalan di kota masing-masing. Sekaligus untuk tujuan jangka panjang menuju Indonesia bebas sampah 2020. Seperti halnya di Kota Solo, banyak kalangan yang ikut berpartisipasi. Contoh yang paling utama saat cfd di Jalan Slamet Riyadi kemarin adalah komunitas KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia Jawa Tengah).

 

Komunitas ini adalah komunitas yang berambisi dengan penuh aksi agar terciptanya Indonesia yang hijau berseri. Dengan pusat koordinator komunitas yang berada di Semarang, namun kota-kota selain Semarang itu sudah menjalankan aksinya dengan cukup sukses. Untuk Kophi wilayah Solo ini sendiri hanya ada sedikit anggota yang bisa hadir saat cfd kemarin. Dari anggota Kophi Solo hanya ada 4 orang. Sedangkan yang lainya adalah anggota Kophi dari wilayah lain yang ikut membantu di wilayah Solo, malahan partisipan acara tersebut jumlahnya berkali-kali lipat dari anggota asli.

TRENDING :  Truk Kontainer Vs Truk Gandeng Di Lingkar Tenggara

 

Komunitas yang berdiri sejak tahun 2010 itu memulai gerakan aksi peduli sampah ini sekitar pukul 06.30 dengan titik awal dari patung Gladak, mereka menyusuri seluruh area cfd dengan dibagi menjadi tiga kelompok, sisi kiri jalan, sisi tengah dan sisi kanan. Dalam aksinya itu mereka memungut sampah yang terbuang bukan pada tempatnya, sambil berorasi dan membagikan sticker peduli sampah agar masyarakat Solo lebih peduli lagi dengan sampah, juga diselingi dengan nyanyian-nyanyian penuh semangat sehingga mereka sama sekali tak merasa lelah.

TRENDING :  Galar haul ke 30 KH.Jazuli Sidiq Desa Sundoluhur kec.kayen kab. Pati 

 

Dengan sampah yang dikumpulkan sejak pagi hingga pukul 09.00 itu telah terkumpul sebanyak 8 kantung plastik besar, area cfd pun jadi lebih bersih. “Dengan aksi ini diharapkan masyarakat Kota Solo lebih peduli tentang sampah, dengan aksi memungut sampah dan mengajak orang agar ikut berpartisipasi juga mengajarkan agar kita tahu betapa sulitnya menjadi petugas kebersihan.” Ujar Isrofi (Koordinator Kophi Jateng Subregional Surakarta) saat diwawancarai ISK-Lintas Surakarta pada 21/02/2016.

TRENDING :  Membangun Nasionalisme Ditengah Masyarakat Plural Dalam Menghadapi Tantangan Global.

 

Adul

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.