Korban Banjir Ngastorejo Keluhkan Kurangnya Air Bersih dan Prahu

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Meski ketinggian air surut, Banjir yang menggenangi rumah warga Desa Ngastorejo Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati, sebagian warga banjir mengeluhkan minimnya kesediaan air bersih hal ini disampaikan salah satu warga korban banjir saat ditemui awak media Senin, (13/2) dilokasi banjir.

Salah satu warga Desa Ngastorejo Lina mengeluhkan, bahwa ketika banjir sudah 6 hari susah mendapatkan air bersih, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk kebutuhan masak dan minum harus membeli air dengan Gligen dengan harga 5 ribu satu Gligen.

” Air disini sudah mati 6 hari mas, ya saya susah mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari hari terutama untuk masak dan minum, keperluan masak dan minum beli mas, beli pakai Gligen satunya harganya 5 ribu.” Jelas lina.

Selain susah mendapatkan air bersih, bencana banjir di Desa Ngastorejo juga mengeluhkan terkait dengan sarana evakuasi atau Prahu.

” Di Desa Ngastorejo saat banjir seperti ini perlu beberapa prahu sebagai sarana untuk penyaluran bantuan kepada korban banjir, untuk meminjam prahu di BPBD saya sudah berhari-hari belum dapat jawaban di dinas untuk itu kami berinisiatif untuk meminjam prahu dari Komunitas Relawan Independen Rembang alhamdulillah saya dapat bantuan prahu ini mas.” jelas Darmanto anggota Tagana Kabupaten Pati.

Darmanto juga menjelaskan, bahwa bantuan yang sudah di terima dari BPBD berupa beras 25 kg, makanan instan mie 5 Karton, selimut 3 biji dan sarden 15 kaleng untuk satu desa.

“Bantuan yang diberikan untuk satu berupa beras 25 kg, mie instan 5 karton, sarden 15 kaleng dan selimut 3 biji.” Jelas Darmanto. (Wr)

Facebook Comments