Korban Penusukan di Depan Balai Desa Jojo Kudus Akhirnya Meninggal

oleh
Lokasi penusukan di depan Balai Desa Jojo, Kecamatan Mejobo. Akibat peristiwa ini warga setempat Sendi Jasmani (27) meninggal dunia. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sendi Jasmani (27), korban penusukan orang tak dikenal di depan Balai Desa Jojo RT 1 RW 2, Kecamatan Mejobo, Minggu (24/06/2018), akhirnya mengembuskan nafas terakhir di ruang ICU RSUD Loekmono Hadi Kudus, Senin (25/06/2018) pukul 03.00 WIB.

Meninggalnya Sendi akibat menderita luka dalam yang sangat serius dan banyak kehilangan darah saat perjalanan menuju rumah sakit. Korban dikeroyok tujuh orang tak dikenal di depan Balai Desa Jojo.

Selain dianiaya dengan cara ditendang dan dipukul, korban juga ditusuk pada perut bagian kiri bawah. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa pemuda yang dikenal baik itu tidak dapat diselamatkan.

Kakak korban Pangat (30) ditemui di rumah duka mengungkapkan, pihak keluarga sudah berupaya maksimal menyelamatkan nyawa adiknya itu. Pada Minggu malam saat membutuhkan donor darah golongan A, banyak warga Kudus yang simpati dan mendatangi PMI Kudus mendonorkan darahnya.

TRENDING :  Wanita Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa Di Kamar Kos

“Kami ucapkan terima kasih bagi warga Kudus yang telah bersedia membantu mendonorkan darahnya,” katanya. Malam itu, lanjutnya, memang banyak yang datang mendonorkan. Tapi baru terpakai dua kantung darah korban sudah mengembuskan nafas terakhir.

Sendi telah dimakamkan di Pemakaman Islam desa setempat Senin (25/06/2018) pukul 09.00 WIB. Pihak keluarga mengaku ikhlas dengan kepergian Sendi, sembari berharap polisi dapat secepatnya mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan Sendi meninggal.

“Harapannya ya pelaku bisa segera ditangkap dan dihukum semaksimal mungkin,” tukasnya.

Diceritakannya, sebelum kejadian sekira pukul 19.30 WIB pamit kepada keluarga akan membeli bakso dan jamu tradisonal untuk menghilangkan pegal-pegal ke Desa Sadang, Kecamatan Jekulo yang berbatasan dengan desa tempat tinggalnya.

TRENDING :  Kronologi Perkelahian Di New Lobby Cafe Yang Menewaskan Warga Pasuruhan Lor

Sesampainya di tempat kejadian perkara sekitar pukul 19.34 WIB korban bermaksud akan menyeberang di pertigaan Balai Desa Jojo. Tetapi tiba-tiba datang segerombolan pemuda tak dikenal langsung menendang korban sambil menusukkan pisau ke bagian perut.

“Saya lihat dari rekaman CCTV seperti itu kejadiannya. Motor adik saya juga diceburkan ke sungai,” tambahnya. Sesaat setelah para pelaku pergi kemudian melintas saudaranya yang bernama Rumadi (27), yang kemudian melarikan korban ke Puskesmas Mejobo bersama dirinya.

Tapi sayangnya di Puskesmas Mejobo tidak sanggup menangani, akhirnya dibawa ke RSUD Loekmono Hadi Kudus. Disinggung apakah ada kaitannya penusukan itu dengan orkes dangdut di desa setempat yang ricuh, dia menjawab kemungkinan ada.

Menurutnya korban hanya menjadi salah sasaran dari para pelaku yang terbakar amarah saat keributan pada orkes dangdut. Padahal sepanjang hari Minggu dia bersama adiknya itu mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB membantu saudara membuat sumur.

TRENDING :  Supir Mengantuk Truck Terbalik di Ngembal Kudus

“Adik saya itu biasanya merantau kerja bangunan bersama saya di Cikarang. Baru puasa kemarin pulang karena lebaran. Rencananya minggu depan balik lagi ke Cikarang,”ungkapnya.

Dia menegaskan, adiknya tidak punya musuh orang Pati, karena pergaulan korban kebanyakan di daerah Kecamatan Gebog dan Dawe. “Intinya kami berharap polisi segera mengungkap kasus ini,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolsek Mejobo AKP Sartono mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang menyebabkan Sendi meninggal dunia. “Pelaku dan motifnya masih kita dalami melalui pemeriksaan saksi dan sejumlah barang bukti,” ujarnya. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :