Korupsi, Bendahara Desa Tahunan Ditahan Kejaksaan

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Diduga melakukan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD), Abdurrahman, Kaur Keuangan sekaligus Bendahara Desa Tahunan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jepara, Selasa (10/1/2017) sore. Abdurrahman ditahan setelah diperiksa 2,5 jam oleh penyidik Kejari Jepara. Selasa sore, Abdurrahman juga langsung diperiksa kesehatannya di RSU Kartini Jepara.

Kasie Pidana Khusus Kejari Jepara Yoseph mengungkapkan, yang bersangkutan ditahan karena mengakui kesalahannya setelah diperiksa dengan 29 pertanyaan dari penyidik. “Saat pemeriksaan, Abdurrahman sudah didampingi pengacaranya, Sholehan,” katanya.

Yosep menambahkan, hasil pemeriksaan, Abdurrahman tanpa ijin telah meminjamkan uang akumulasi SILPA Angaran Dana Desa (ADD) 2016 kepada tiga orang yaitu HS, warga Tahunan sebesar Rp 32 juta, S warga Tahunan Rp 20.200.000, dan S Rp 5 juta rupiah. ”Yang bersangkutan juga telah melakukan pemotongan anggaran untuk pembuatan proposal, pembuatan SPJ dan biaya materai dari setiap pencairan Dana Desa (DD) yang diterima oleh 16 Tim Pengelola Kegiatan (TPK),” katanya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Undaan Serbu Pasar Murah

Lebih lanjut Yosep menjelaskan, tersangka di jerat dengan pasal 2 ayat 1 JO Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi JO, UU RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan penghitungan Inspektorat Jepara didapatkan hasil kerugian Rp 135.112.527.00. Yang bersangkutan baru mengembalikan ke desa melalui SIMPEDA BPD Bank Jateng tanggal 10 Agustus 2016 Rp 10 juta. Saat ini kerugian desa masih Rp 125.112.527.00.

Baca Juga :  Awali Sejarah di Dersalam, Karang Taruna Dersalam Gelar “Dersalam Expo 2016”

Sebelumnya, pada 15 april 2016 lalu, Abdurrahman juga sudah didemo warga Desa Tahunan dan diminta untuk mengundurkan diri. Aksi warga ini dilakukan lantaran, diduga melakukan korupsi dana desa. Selain itu, yang bersangkutan juga tidak pernah ngantor di balai desa. Menurut warga kala itu, dalam setahun, Abdurrahman hanya ngantor ke balai desa tak lebih dari 60 hari.(ZA)

Baca Juga :  PEMANCING HANYUT DI SUNGAI LUSI GROBOGAN DITEMUKAN MENINGGAL
APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?