KPPBC Kudus Kembali Sita 1,2 Juta Batang Rokok

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, kembali menyita 1.285.174 batang rokok sigaret keretek mesin (SKM) dan pita cukai yang diduga palsu sebanyak 41.413 keping.

Kepala Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Suryana menagatakan, barang hasil sitaan itu didapatkan petugas dari sebuah bangunan di Jepara, yang diduga digunakan untuk menimbun barang kena cukai (BKC). Saat ini temuan tersebut masih dalam pengembangan guna mengungkap produksi rokok polos atau tanpa cukai.

TRENDING :  Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp 91,5 Juta

Dia menyampaikan, sejak awal 2017 ini merupakan penindakan yang ke-21. Dimana perkiraan kerugian dari barang yang disita mencapai Rp 1,4 miliar. Sedangkan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 1,3 miliar.

Suryana menambahkan , hingga saat ini pihaknya sudah menyita sebanyak 5,6 juta barang yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 6,5 miliar. Sedangkan potensi kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp 4,4 miliar.

TRENDING :  Tahun Depan Harga Rokok Naik?

”Kami akan terus melakukan penindakan ke depannya, sehingga peredaran rokok polos dapat ditekan,” tegasnya. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi lain untuk menekan peredaran rokok illegal.

Sementara itu Kasi Intelijen dan Penindakan, Broto Setia Pribadi menambahkan, penindakan rokok illegal perlu digalakkan sebagai upaya mendukung perkembangan rokok resmi. Sebab para pengusaha rokok resmi selama ini patuh membayar cukai untuk negara.

TRENDING :  Bea Cukai Kudus Sita 224.000 Batang Rokok Ilegal

Dia menyebut, peredaran rokok polos sangat merugikan produsesn resmi. Karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari rokok resmi di pasaran. ”Kami berharap penindakan yang selama ini dilakukan dapat benar-benar menekan bahkan menghilangkan rokok illegal dari peredaran,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*