KPU Pati Cermati 1070 Pemilih Ganda dan Invalid

oleh
KPU Pati Cermati 1070 Pemilih Ganda dan Invalid ISKNEWS.COM
Foto: Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih pada KPU Kabupaten Pati, Ahmad Jukari. (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Mensikapi rekomendasi Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) dan Surat Edaran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait data pemilih ganda dan invalid, KPU Kabupaten Pati sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Diantaranya meminta semua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di seluruh desa/kelurahan untuk melakukan pencermatan bersama Panwas tingkat desa dan pemangku kepentingan lainnya.

Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih pada KPU Kabupaten Pati, Ahmad Jukari mengungkapkan berdasarkan hasil pencermatan tersebut dilakukan pula rekapitulasi hasil pencermatan termasuk penghapusan pemilih ganda dan perbaikan data invalid yang ditemukan. Pasalnya, sesuai rekomendasi tingkat nasional, perbaikan DPT sudah harus ditetapkan pada
15 September.

TRENDING :  Gubernur: Inspirasikan Kegigihan Jack Ma Dalam Kreatifitas Dan Berusaha

“Sore ini (Rabu, 12-92018-red) akan dilakukan pleno penghapusan pemilih ganda dan penetapan rekapitulasi perbaikan DPT di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Menurutnya, data pemilih adalah data dinamis dan dibutuhkan keterlibatan semua pihak sehingga akan lebih optimal kalau sejak awal, karena tiap tahapan sudah diumumkan oleh KPU.

TRENDING :  Ratusan Regu Gerak Jalan Ramaikan HUT Pati ke-695

“Keterlibatan masyarakat sangat rendah. Padahal setiap ada masukan dari masyarakat kami selalu melakukan perbaikan,” tukas Jukari.

Sementara, Ketua KPU Pati usai pemaparan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Laporan Dana Kampanye dan Sosialisasi Kampanye Pemilu 2019 di Hotel Merdeka, Pati membenarkan adanya rekomendasi dari Bawaslu RI, terkait data pemilih yang ganda.

TRENDING :  Kurangnya Sarpras, Tak Semua SMP Gunakan PPDB Online

Ia mengaku mulai 10-11 September sudah meminta PPS dan PPK menindaklanjuti dan melakukan koordinasi dengan panwas dan parpol.

“Rekomendasi dari Bawaslu RI ada 1070 pemilih yang ganda. Baik ganda antar desa dalam satu kecamatan, ganda antar kecamatan termasuk ganda dalam satu desa. Kalau memang ganda maka akan kita coret agar tidak menimbulkan penyalahgunaan,” pungkas Nasich. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :