Krisis Air Bersih Kian Meluas

oleh
ISKNEWS.COM
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Krisis air bersih yang terjadi di Kabupaten Jepara semakin meluas. Akhir September ini, setidaknya krisis air bersih bertambah dua desa lagi menjadi delapan desa. Yang terbaru yakni di Desa Sumberrejo Kecamatan Donorojo dan Desa Bategede Kecamatan Nalumsari.
 
“Memang sempat ada hujan, namun justru yang mengalami krisis air bersih bertambah yakni Desa Sumberrejo dan Bategede,” kata Jamaludin, Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Selasa (26/9/2017).
 
Jamaludin menambahkan, kedua desa itupun sudah dipasok bantuan air bersih oleh BPBD dan pihak-pihak lainnya. Di Sumberejo ada empat RT yang terdampak kekeringan sehingga membutuhkan bantuan air bersih. Droping air ke Sumberrejo sudah dilakukan Selasa (26/9/2017) ini. Sementara untuk Bategede juga sudah mulai dipasok air bersih Senin kemarin. “Keduanya sudah mulai kita droping. Bategede kemarin dan hari ini ke Sumberrejo,” imbuhnya.
ISKNEWS.COM
 
Pihaknya memperkirakan bantuan air bersih ke desa-desa itu akan terus berlanjut hingga akhir Oktober mendatang. Itu sejalan dengan prediksi cuaca di mana musim kemarau masih akan berlangsung hingga saat itu. Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan jika akan ada lebih banyak lagi desa-desa di Jepara yang akan mengalami krisis air bersih.
“Sampai akhir musim kemarau nanti akan ada desa lain yang kekeringan, kami belum bisa memastikan,” tegasnya.
 
Adapun keenam desa yang membutuhkan bantuan pasokan air bersih yakni Kedung Malang Karangaji dan Kalianyar Kecamatan Kedung, Raguklampitan Kecamatan Batealit. Selanjutnya ada Desa Blimbingrejo dan Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari. Rata-rata kebutuhan pasokan air bersih di desa-desa itu mencapai dua hingga tiga tangki per pekan. Tiap tangkinya bervolume 5.000 hingga 7.000 liter air bersih. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Dinkopukmnakertrans Ungkap Pekerja Asing Gunakan IMTA Palsu