Krisis Air Bersih Warga Pelemgede Dipasok Air

oleh
Krisis Air Bersih Warga Pelemgede Dipasok Air
Foto: Warga Pelemgede berebut mendapatkan air bersih bantuan dari dari alumi SMU N 1 Jakenan, Selasa (28-08-2018). (ivan nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Kebutuhan akan air bersih menjadi hal yang mendesak bagi sebagian warga Pati di wilayah selatan. Pasalnya, sudah beberapa bulan ini mereka mengalami kekeringan dan kekurangan air. Pasokan air bersih dari Pemerintak Kabupaten (Pemkab) Pati terus dilakukan di sejumlah desa terdampak.

Selain dari Pemkab Pati, bantuan air bersih pun datang dari sejumlah pihak. Seperti yang dilakukan alumni SMU Negeri 1 Jakenan yang mendistribusikan bantuan air bersih ke Kecamatan Pucakwangi, Selasa (28-08-2018).

“Kali ini kita salurkan ke Dukuh Tlogo, Desa Pelemgede. Setidaknya tadi satu tangki dengan kapasitas 7 ribu liter kami bagikan untuk warga di dua RT,” terang coordinator aksi peduli, Joko Suwarno.

TRENDING :  Banteng Moncong Putih Di Arak Bukti Dukunganya Kepada Patahana

Ditambahkan, ia bersama alumni angkatan 1998 merasa terpanggil melihat kesulitan sebagian besar warga yang terdampak musim kemarau. Tidak hanya di Pucakwangi, mereka juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa desa di Kecamatan Jaken dan Jakenan.

“Ini adalah bentuk kepedulian dari teman-teman sekolah seangkatan untuk aksi sosial. Sudah ada lima desa yang menjadi sasaran distribusi air bersih termasuk Pelemgede ini. Selanjutnya kita berencana untuk menyalurkan di wilayah Kecamatan Winong,” imbuhnya.

TRENDING :  Kades Wedarijaksa Lantik Sekertaris Desa Baru

Perasaan bahagia tak dapat disembunyikan warga yang mendapatkan bantuan air bersih. Seperti yang diungkapkan Kartini, warga RT 1 RW 2 desa setempat. Ia dan puluhan warga lain rela mengantre untuk mendapatkan jatah air bersih.

“Tidak masalah meski harus berdesak-desakan. Karena mendapatkan air bersih untuk kebutuhan masak saja sudah sangat susah. Bahkan sehari mandi sekali saja sudah untung,” Kartini berkeluh kesah.

TRENDING :  Lilin Terjatuh Saat Pemadaman Listrik, Akibatkan Rumah Terbakar

Ia juga bercerita, sudah merasakan sulit mendapatkan air bersih sejak sebulan terahir. Jika tidak ada bantuan air, ia bersama warga di desanya hanya mengandalkan sumur warga yang masih ada airnya. Namun diakui, itu jumlahnya tidak seberapa.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati hingga saat ini mencatat, ada 88 desa yang mengalami dampak kekeringan. Kesemuanya tersebar di enam kecamatan. Yaitu Pucakwangi, Jaken, Jakenan, Gabus, Winong, dan Tambakromo. (IN/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :