Kualitas Tebu Musim Ini Bagus, Petani Tebu di Kudus Berharap Rendemen Tinggi

Kualitas Tebu Musim Ini Bagus, Petani Tebu di Kudus Berharap Rendemen Tinggi

 

KUDUS,isknews.com-Petani tebu di Kudus yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), berharap pada musim giling ini rendemen bisa tinggi, mengingat kualitas tebu bisa dikatakan bagus.

Ketua APTRI Kabupaten Kudus, H Suhardjo, mengatakan hal itu, Sabtu (13/6), kepada isknews.com, yang menghubungi di kantornya. Dia menerangkan kondisi tebu saat ini sudah masak dan siap tebang, namun untuk penyetoran ke Pabrik Gula (PG) Rendeng masih menunggu pemberitahuan pihak PG. “Minggu (14/6), adalah hari pertama pelaksanaan dimulainya penebangan tebu.”

TRENDING :  Tanam Padi MT. II Di Desa Kuwasen

Mengenai kualitas tebu, pihaknya menjamin bagus, sehingga diharapkan akan menghasilkan rendemen yang tinggi, sesuai harapan petani, yakni mencapai 8%. Penilaian itu berdasarkan pola tanam yang diterapkan oleh petani, yakni dengan cara bongkar ratoon. Bongkar ratoon adalah mencabut habis sisa tanaman tebu yang sudah ditebang, kemudian tanahnya dibalik, dan ditanami bibit baru, sehingga akan tumbuh tanaman tebu yang kualitasnya dipastikan bagus.

“Karena itu, saya berharap semua petani tebu di Kudus menanam tebunya dengan system bongkar ratoon tersebut, karena hasilnya lebih bagus, dibandingkan dengan system kepras,” imbau Suhardjo

TRENDING :  Dongkrak Produktifitas, Puluhan Petani Ikuti Kursus Agribisnis Kedelai

Untuk jumlah petani angggota APTRI Kudus, Suhardjo tidak bisa nebyebutkan angka pastinya, karena setiap tahun berubah, sesuai data yang masuk ke pihaknya.Dengan kata lain, petani yang memasukkan tebunya ke PG Rendeng adalah anggota APTRI, yang perkiraannya mencpai sekitar 600 orang. Demikian pula untuk luas lahan tebu, mengikuti atau menyesuaikan kemampuan giling PG, pada setiap musim giling.

Sedangkan untuk harga beli tebu oleh PG dari petani, belum bisa diketahui, karena memang belum mulai giling. Pihaknya kini sedang menunggu kepastian dana talangan pemerintah, yang akan membeli tebu dengan besarnya Harga Pokok Produksi (HPP), sebesar Rp 8.900/kg.

TRENDING :  Terkait Kandang Kambing Yang Didirikan Di Tanggul Sungai Jratun, Diliema Bagi SKPD Terkait

“Musim giling tahun lalu, HPP-nya sebesar Rp 8.500/kg tebu, tetapi realisasinya hanya Rp 7.900/kg tebu. Hal itu terjadi karena penyandang dana talangan tidak konsekuen.” Tegas Suhardjo, yang didamping Bendahara APTRI H Suhartono dan Bagian Litbang APTRI Asri Budi Utomo. (Darmanto Nugroho)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post