Kudus Alami Inflasi 0,30 Persen

oleh
Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu saat memberikan keterangan pers rilis inflasi bulan Desember 2016, Rabu (04/01/2017). (ISKNEWS/MUKHLISIN)

Kudus, ISKNEWS.COM – Kenaikan harga beberapa kelompok pengeluaran pada bulan Desember 2016, menyebabkan inflasi di Kudus sebesar 0,30 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 131,20. Lebih rendah bila dibandingkan bulan November 2016 yang mengalami inflasi sebesar 0,67 persen dengan IHK 130,81.

TRENDING :  Buka Pelatihan, Realisasi Langkah Bupati Cetak 50 Wira Usahawan Baru
Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu saat memberikan keterangan pers rilis  inflasi bulan Desember 2016, Rabu (04/01/2017). (ISKNEWS/MUKHLISIN)
Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu saat memberikan keterangan pers rilis inflasi bulan Desember 2016, Rabu (04/01/2017). (ISKNEWS/MUKHLISIN)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus Sapto Harjuli Wahyu saat melakukan pers rilis, Rabu (04/01/2017) menerangkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok bahan makanan 0,85 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,03 persen.

TRENDING :  Bulog Siap Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

Selanjutnya kelompok kesehatan 0,48 persen, dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa 0,67 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,80 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,46 persen.

TRENDING :  Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Sumbang Inflasi 0,01 Persen

”Lima besar kelompok penyumbang inflasi terjadi pada telur ayam ras, beras, cabai rawit, bensin dan melon. Sementara lima besar penyumbang deflasi yakni bawang merah, emas perhiasan, laptop, AC, dan TV berwarna,” katanya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :