Kudus Genjot Kopi Muria Menuju Dunia

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Bupati Kudus, M Tamzil menjadi salah satu narasumber pada acara talk show “Kopi Muria Menuju Dunia” yang digelar dalam satu paket rangkaian lomba uji cita rasa kopi muria robusta Arena Expo Kudus 2018, di Balai Jagong Kudus, Senin (5/11/2018).

Dalam sesinya Tamzil menjelaskan, data Dinas Pertanian dan Pangan di Kudus, terdapat 621 hektare lahan yang ditanam kopi. Beberapa lahan kopi itu diantaranya ada di Desa Colo, Japan, Ternadi, Kajar, Kecamatan Dawe serta Desa Rahtawu dan Menawan, Kecamatan Gebog.

Dari total lahan tersebut tercatat dikelola 150 petani, di mana sebagian besar mereka menanam kopi jenis robusta. Sedangkan jenis arabika baru ditanam di Desa Rahtawu tepatnya di Dukuh Semliro seluas 11 hektare.

TRENDING :  Eloknya Wisata Pesona Gunungsari, Destinasi Baru di Pati

Melihat cukup banyaknya budidaya kopi, Tamzil menilai produk olahan kopi muria harus semakin digenjot, karena menurutnya sejauh ini banyak relasinya selalu mendengar kopi Muria. Namun sayangnya dijual karungan ke luar daerah hingga akhirnya diklaim sebagai kopi khas daerah tersebut.

“Padahal kopi Muria memiliki rasa yang khas dan bisa dikembangkan menjadi ikon Kudus, kami harapkan untuk bersama-sama mengembangjan Kopi Muria supaya dapat sejajar dengan jenis kopi nusantara lainnya,” ujarnya.

Acara ini digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, yang dimaksudkan untuk mengenalkan cita rasa kopi muria kepada khalayak umum. Terutama menuju pasar internasional.

TRENDING :  Persoalkan Distribusi dan Harga Pupuk Petani Datangi PT Pusri

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan ada sebanyak 41 peserta mengikuti lomba cita rasa kopi muria tersebut. Mereka berasal dari petani kopi di wilayah Kecamatan Gebog dan Kecamatan Dawe.

“Kegiatan ini untuk mencari mutu dan kualitas kopi muria robusta,” bebernya. Ia menambahkan, dasar dari kopi muria untuk menuju dunia harus mengetahui cita rasa kopi muria robusta. Maka dari itu, dengan adanya lomba ini menjadi awal memperkenalkan kopi muria kepada dunia.

“Gerakan ini menjadi awal kopi muria untuk menuju dunia. Bahkan kegiatan ini terus berlanjut. Pada 2019 mendatang juga akan dikembangkan kembali untuk mengenalkan kopi muria robusta,” tukas Catur.

TRENDING :  27 April 2016 Mendatang Gerbang Kudus Kota Kretek Rencana Diresmikan

Apalagi, katanya lanjut, di Kudus ada 615 hektare lahan kopi. Serta ada 150 petani kopi di Kudus. Ke depan tinggal meningkatkan kualitas kopi muria. Seperti meningkatkan bibit unggul. Sehingga kopi muria ini bisa dikenal di dunia.

Sementara itu, Dewan Juri dari Java Legend Kopi Pati Bagus Prestianto menilai, kopi muria robusta memiliki karakteristik sama dengan kopi lainnya. Baik dari kayu kacangnya maupun karakteristik germisi. Hanya saja bagaimana untuk mengolahnya ini menjadi cita rasa sendiri kopi muria itu.

“Keunggulan hampir sama dengan daerah lainnya. Dengan pengelolaan lebih baik, akan memunculkan karakteristik yang khas dari kopi muria,” tuturnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :