Kudus Kembali Jadi Nominator Peraih Adipura Kencana

oleh

Jakarta, ISKNEWS.COM – Kabupaten Kudus kembali masuk sebagai nominator peraih Adipura Kencana 2018. Tata kelola ruang terbuka dan lingkungan menjadi salah satu fokus Bupati Kudus M Tamzil.

Pada paparan nominator peraih Adipura Kencana 2018, di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (4/12/2018) menjabarkan visi yang diusungnya untuk mewujudkan Kudus sebagai kabupaten yang moderen, religius, cerdas, dan sejahtera.

Tamzil didampingi Asisten Pemerintahan, Asisten Administrasi, beserta sejumlah Kepala OPD terkait, khususnya Dinas PKPLH, Bupati ‘diuji’ oleh tim Dewan Pertimbangan Adipura yang sore itu dipimpin oleh Rosa Vivien Ratnawati.

Dia menyebut persampahan telah menjadi salah satu fokus pekerjaan yang digelutinya ketika menjadi PNS. Termasuk di dalamnya adalah perlunya ada penataan ruang wilayah yang baik. Dan ini telah dilakukannya pada periode pertama menjabat bupati sepuluh tahun silam.

TRENDING :  Pemkab Boyolali Studi Banding ke Kudus

“Salah satu misi saya adalah memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis keunggulan lokal dan membangun iklim usaha yang berdaya saing,” kata Tamzil.

Ia menuturkan, sasaran yang ingin dicapai adalah dengan meningkatkan keseimbangan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Yakni dengan pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau (RTH), pengendalian pertambangan, pengendalian dampak perubahan iklim, serta infrastruktur perkotaan.

Dan ini semua tertuang dalam masterplan hingga penjabaran dalam program dan kegiatan. Sebagai bukti, Tamzil memaparkan penanganan sampah yang baik sehingga tiap tahun selalu terjadi penurunan sampah.

TRENDING :  DLH Berikan Himbauan Kebersihan Keliling Kepada Masyarakat Menggunakan Mobil

“Bahkan kami telah menetapkan perbup Jakstrada (kebijakan dan strategi daerah) dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” katanya yang menyebut menargetkan 2025 terjadi pengurangan sampah ruamh tangga hingga 30 persen.

Untuk mewujudkan target itu menurutnya diperlukan sinergi semua lini mulai dari dunia usaha, masyarakat dan pemerintah. “Termasuk adanya muatan lokal pendidikan lingkungan hidup. Sehingga terjadi keseimbangan dalam pembangunan lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk mewujudkan visi,” tandasnya.

Tamzil menambahkan, masih ada program dan strategi lain dalam penataan lingkungan hidup yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Yakni melalui kegiatan olahraga, pendidikan, maupun pengembangan ekonomi kreatif.

TRENDING :  Pangdam IV/Diponegoro Ajak Masyarakat Pahami Makna Bela Negara

“Itu semua dalam sebuah frame Kudus the Taste of Java, yang memadukan tiga unsur yakni kemakmuran (wealth), kecanggihan (sophisticated), dan keanggunan (elegance),” jelasnya yang bertekad mewujudkan tagline tersebut di Kudus untuk masyarakat.

Seusai menyimak paparan, para anggota tim penilai memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Pemkab Kudus. Salah satunya yang dikatakan oleh Chalid Muhammad. Disebutnya bahwa keseriusan Kudus ini beda dari kabupaten/kota lain. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :