Kabupaten Kudus Kota Layak Anak

by
Bupati Kudus bersama anak-anak isknews
Bupati Kudus bersama anak-anak

Kudus, ISKNEWS.COM – Kebijakan Kabupaten Kudus sebagai Kota Layak Anak (K3LA) dicanangkan tahun 2013, Pembentukan gugus Tugas, workshop, sosialisasi, dan desimenasi informasi telah dilaksankan. Tahun 2015 semua yang sudah dirumuskan telah terselesaikan. Namun, setelah waktu berlalu, tampak belum ada capaian – capaian yang nyata atau belum ada perubahan yang signifikan.

TRENDING :  ASN Diminta Berinovasi dan Jadi Agen Perubahan

Berbagai problem seputar anak masih saja terlihat dan terdengar. Yang paling nyata adalah suara anak yang tidak didengar baik di keluarga, masyarakat, maupun negara. Berdasar latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Pertama, tentang kepemilikan akte kelahiran anak. Menurut informasi dari Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan masih ada 30% anak yang belum memiliki akte kelahiran. Padahal akte kelahiran ini sangat penting bagi anak. Minimal sebagai tanda pengenal atau identitas mereka dalam kehidupan
bernegara. Dengan tidak dimilikinya identitas tersebut, anak-anak rentan terhadap eksploitasi.

TRENDING :  Disdukcapil Kudus Gagas Sistem Delivery Order Bagi Penghantaran Dokumen Kependudukan Warga

Umumnya, anak-anak yang menjadi korban eksploitasi tidak memiliki catatan sehingga pemalsuan jati diri anak seringkali dijadikan modus operandi sebagai seringkali terjadi pada kasus-kasus trafficking. Oleh karena itu salah satu upaya untuk melindungi anak-anak adalah melalui pemberian akta kelahiran.

TRENDING :  Blora Luncurkan Aplikasi Kehumasan

KOMENTAR SEDULUR ISK :