Kudus Rubik’s Community : Mereka Menyebut Permainan Pelik Ini Obat Anti Stres

Kudus Rubik’s Community : Mereka Menyebut Permainan Pelik Ini Obat Anti Stres

Kudus, isknews.com – Car Free Day telah usai jam sembilan lalu, namun sejumlah anak muda masih bergerombol di dekat taman Alun-alun Simpangtujuh Kudus siang itu.

Rupa-rupanya mereka usai acara Car Free Day pagi itu masih menghimpun diri lantaran sama-sama menyukai dan memiliki hobi yang sama.

Anak-anak muda tersebut tengah khusuk mengutak-atik rubik dengan kedua tangannya. Sesekali ia memutar rubik itu ke kanan, kiri, atas hingga bawah. Ia mencari warna yang selaras yang sebelumnya terlihat acak dan tidak sesuai.

Permainan dadu warna-warni atau yang biasa disebut kubus rubik (cubic) dan mereka menyebut nama perkumpulannya adalah Kudus Rubik’s Community (KRC), Minggu (03/12/7).

Anas Fauzi, ketua Kudus Rubik’s Community mengatakan, banyak sekali manfaat ketika bisa bermain kubik. Salah satunya mengasah kemampuan intelektual, logika dan kecerdasan.

” Sebab, untuk menyelesaikan permainan kubus rubik perlu logika hingga menghafal rumus permainan. Kecepatan tangan juga dibutuhkan untuk menyelesaikan permainan tersebut,” ujarnya.

TRENDING :  Sejumlah Aktifis Gelar Aksi Damai Hari Anti Korupsi Dunia Di Alun-Alun Kudus

Anehnya mereka menyebut permainan sulit dan rumit ini adalah untuk menghilangkan stress, melatih motorik otak dan kesabaran.

“Kalau dengan cara mata tertutup biasanya membutuhkan waktu lebih lama, karena harus menghafal sisi kubus agar dapat menyelesaikannya,” jelas pria yang mampu menyelesaikan permainan kubus rubik dalam hitungan 12,14 detik.

Para anggota komunitas permainan rubik ini mengaku kerap berkumpul di Rumah makan cepat saji yang tak jauh dari Alun-alun ini, belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang komunitas ini.

“Rubik sudah tidak asing lagi karena telah menjadi mainan, sehingga mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya ada komunitas wadah bagi pecinta rubik,” terangnya.

Anas mengatakan, dalam komunitas ini merupakan momen untuk saling berbagi pengetahuan tentang teknik rubik dan teknik kecepatan tangan hingga teknik mata tertutup.

” Bagi yang ingin bergabung ke komunitas yang beranggotakan sembilan orang ini tidaklah sulit. Cukup bergabung di Grup Facebook ‘Kudus Rubik’s Community’ dan Fans page ‘Kudus Rubik’s Community’,” tuturnya.

TRENDING :  Ketua Owner N Max Kudus,” Utamakan Savety Riding dan Tidak Arogan di jalan “

Anggota baru silahkan saja bergabung dan tidak dikenakan biaya apapun. Terpenting, ikut pertemuan sekali dalam seminggu untuk lebih mempererat silahturahim di antara anggota serta belajar bersama.

“Bagi pemula yang ingin bergabung dan tidak memiliki rubik, kami bisa meminjamkannya. Dan, untuk pemula biasanya memerlukan waktu tiga hari dalam menyelesaikan rubik. Belajar bermain rubik pun bisa dilakukan lewat internet dan buku,” imbuhnya.

Di Kota Kretek sendiri, para pecinta rubik tergolong banyak dan secara rutin melakukan gathering setiap hari minggunya meski markas kelompok KRC ini ada di Desa Padurenan Gebog Kudus.

Selain gathering mingguan, kegiatan yang kerap dilaksanakan KRC yaitu membuat kompetisi rubik baik untuk internal anggota maupun untuk kelas lokal dan nasional.

” Beberapa anggota KRC pun sempat mengikuti kejuaraan tingkat nasional yang dilaksanakan di Solo dan Yogyakarta, meski belum beruntung menyabet juara,” Ujar Nafy salah seorang anggota KRC yang menjadi juru bcara kelompok ini.

TRENDING :  Mengenal Paramotor Yang Terbang Melintas di" Pagunungan Muria "

Anggota KRC, lanjut Nafi mayoritas berlatar belakang Pelajar, Mahasiswa atau sudah bekerja dengan rentang usia 10 hingga 30 tahun, masing-masing anggota pecinta rubik tersebut tidak semuanay memiliki bakat memainkan rubik.

“Tidak semua anggota KRC mampu memainkan rubik. Oleh karena itu, dalam setiap gathering rutin, kami selalu sharing masing-masing anggota,” terang Nafi.

Jenis rubik yang dimiliki oleh masing-masing anggota sangat beragam, dari mulai rubik 3×3 atau yang termudah hingga rubik 11×11 yang dinilai memiliki kesulitan tersendiri.

“Bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan kami, tak perlu ragu dan takut. Ikutan saja langsung, tidak ada syarat apapu kok,” katanya menutup pembicaraan. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post