Kudus sebagai Kota Santri-Saudagar

oleh
Menara Kudus
Menara Kudus

Paradigma bahwa Kudus sebagai Kota Santi-Saudagar karena komunitas muslim di Kudus terutama predikat yang melekat bagi umat Islam di Kudus adalah muncul konsep pemuda ideal “Gusjigang” yaitu harus bagus, pinter mengaji, dan trampil berdagang.

TRENDING :  Berwisata Ke Pegunungan Menikmati Panorama Alam Buatan

Gusjigang merupakan karakter umat islam di Kudus yang menonjol adalah disamping memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu juga memiliki etos kerja yang bisa diandalkan.

Memposisikan “Gusjigang” sebagai tanda bagi pemuda islam di Kudus memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan dengan Kanjeng Sunan Kudus yang “waliyyul ilmy” dan “wali saudagar”

TRENDING :  Gedung Juang Kartika 45 Pati Disulap Jadi Gedung Multi Fungsi

Tanda Sunan Kudus sebagai “waliyyul ilmy” melahirkan tanda paradigmatik di masyarakat santri di Kudus. Sementara tanda Sunan Kudus sebagai “wali saudagar” melahirkan tanda paradigmatik di masyarakat santri yang pedagang atau saudagar. Dari situlah bisa disimpulkan bahwa Kudus sebagai Kota “Santri Sudagar”.

TRENDING :  JALAN MENUJU KAWASAN WISATA KULINER LENTOG TANJUNG KINI MULUS KEMBALI

‪#‎neng‬

KOMENTAR SEDULUR ISK :

One thought on “Kudus sebagai Kota Santri-Saudagar

  1. Ping-balik: Tutor Melbourne

Comments are closed.