Kudus sebagai Kota Santri-Saudagar

oleh
Menara Kudus
Menara Kudus

Paradigma bahwa Kudus sebagai Kota Santi-Saudagar karena komunitas muslim di Kudus terutama predikat yang melekat bagi umat Islam di Kudus adalah muncul konsep pemuda ideal “Gusjigang” yaitu harus bagus, pinter mengaji, dan trampil berdagang.

TRENDING :  Cerita di Balik Tanah Perdikan

Gusjigang merupakan karakter umat islam di Kudus yang menonjol adalah disamping memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu juga memiliki etos kerja yang bisa diandalkan.

Memposisikan “Gusjigang” sebagai tanda bagi pemuda islam di Kudus memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan dengan Kanjeng Sunan Kudus yang “waliyyul ilmy” dan “wali saudagar”

TRENDING :  Tari Kretek Dalam Kirab Budaya Kyai Barong

Tanda Sunan Kudus sebagai “waliyyul ilmy” melahirkan tanda paradigmatik di masyarakat santri di Kudus. Sementara tanda Sunan Kudus sebagai “wali saudagar” melahirkan tanda paradigmatik di masyarakat santri yang pedagang atau saudagar. Dari situlah bisa disimpulkan bahwa Kudus sebagai Kota “Santri Sudagar”.

TRENDING :  Beban Berat Kurikulum Persulit Guru Ajarkan Sejarah Lokal

‪#‎neng‬

KOMENTAR SEDULUR ISK :

One thought on “Kudus sebagai Kota Santri-Saudagar

  1. Ping-balik: Tutor Melbourne

Comments are closed.