Kunjungi Mubarokfood, KH. Anwar Zahid: Regenerasi Perusahaan Ini Berhasil, Semoga Istiqomah

oleh
KH. Anwar Zahid, saat memberikan ceramah pada Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Aula lantai 2, jenang Mubarokfood Cipta Delicia, Sabtu (13/4/2019). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Ada yang berbeda dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di perusahaan jenang tiga-tiga. Kali ini keluarga Besar Mubarokfood Cipta Delicia itu kedatangan tamu spesial KH. Anwar Zahid, Sabtu (13/4/2019).

Ratusan direksi dan karyawan Mubarokfood nampak berbaris rapi di Aula lantai dua dan meluber di halaman. Acara tersebut juga mengundang 40 orang dari Rutan Kelas IIB kudus, baik pegawai Rutan maupun warga binaan pemasyarakatan (WBP).

KH. Anwar Zahid, dalam ceramahnya mengajak untuk memperbanyak syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan nikmat iman, islam dan ihsan.

Peringatan Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa agung perjalanan Nabi Muhammad SAW mendapat perintah Allah SWT menjalankan ibadah sholat lima waktu. Dimana, lanjutnya, peristiwa itu menjadi pelajaran besar bagi kita untuk memperbaiki sholat. “Bagaimama bisa memperbaiki jiwa, jika di dalam sholat saja tidak ingat Allah, apalagi diluar sholat,” ujar kiai kondang asal Bojonegoro Jawa Timur itu.

TRENDING :  Pemkab Kudus Gelontorkan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta

Dirinya mengajak mengoreksi sholat kita masing-masing. Jika sholat kita yang masih 95 persen ngalamun atau tidak ingat Allah, mari kita sedikit demi sedikit berusaha untuk mengingat Allah saat sholat. “Memang sholat khusu’ 100 persen itu sulit, namun berusaha khusu’ harus dilakukan. Karena, sholat yang benar maka ada jaminan Allah, Inna sholata tanha ‘anil fahsa iwal munkar, dimana sholat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar,” tuturnya.

Ia juga memberikan gambaran mengenai proses regenerasi yang bukan hanya sekedar reproduksi. Regenerasi bisa berjalan manakala penghidupan dengan kehidupan itu berimbang.

Jika orang zaman dulu penghidupannya kurang namun kehidupannya baik, maka hal itu berbeda dengan zaman sekarang. “Orang sekarang penghidupan jauh lebih kaya dari orang-orang dahulu. Dimana penghidupannya sudah baik, tapi justru kehidupannya menurun,” ujarnya.

TRENDING :  Hati-Hati Buat Postingan, Polisi Awasi Lalu Lintas Media Sosial

Ia menjelaskan, Penghidupan cakupannya diartikan soal materi, sandang, pangan, papan dan lainnya. Kemudian Kehidupan merupakan hal yang menyangkut moralitas, akhlak, ketentraman dan keberkahan.

Hal itulah perkembangan yang terjadi di Mubarokfood dari masa ke masa. KH. Anwar Zahid memberikan apresiasinya, “Perusahaan ini berhasil melewati proses regenerasi yang baik, Hal itu terbukti telah mengalami 3 generasi kepemimpinan selama se-abad lebih. Semoga istiqomah dan berkah sesuai namanya (Mubarok),” terangnya.

Muhammad Hilmy, Direktur utama Mubarokfood dan keluarga saat foto bersama KH. Anwar Zahid. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Sementara itu, Muhammad Hilmy, Direktur utama Mubarokfood berharap, kegiatan tersebut turut membangun SDM dan karakter yang baik.

“Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat tepat, membangun karakter yang sesuai dengan pesan nabi. Dan peristiwa Isra’ Mi’raj memberikan semangat spirit untuk karyawan kami,” ujarnya.

TRENDING :  Ini Jadwal Lengkap Gebyar Ramadhan & Idul Fitri 1438H di Masjid Agung Kudus

“Dari pesan KH. Anwar Zahid, kami sangat terharu dan bisa menjadi motivasi, diantaranya adalah harus dipertahankan terkait kebersamaan selama ini dan nilai-nilai spiritual dari warisan yang telah dibangun generasi sebelumnya,” Hilmy menuturkan.

Momentum tersebut, lanjut Hilmy, sangat tepat untuk membangun karakter yang sesuai dengan pesan nabi. “Untuk itu, kami juga mengajak warga binaan dari Rutan Kelas IIB Kudus, supaya bisa menyentuh sisi sosial yang lain,” paparnya.

Dikatakan Hilmy, Sebuah harapan kecil adalah semoga yang hadir bisa hijrah dari yang kurang lurus bisa lurus atau orang yang belum baik bisa baik.

Diketahui, Kegiatan pengajian ini merupakan program kerja tahunan dari personalia Mubarokfood. “Dimana menghadirkan KH. Anwar Zahid perlu dua tahun sebelumnya, hal itu saking padatnya jadwal beliau,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :