Kuota Elpiji Bersubsidi Di Kudus Tambah 3,97 Persen

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Kuota elpiji bersubsidi 3 kilogram di Kudus tahun 2017 mendapat jatah dari Pertamina sebanyak 22.979 metrik ton atau sekitar 7.659.666 tabung. Kuota tahun ini naik 3,97 persen dibandingkan tahun 2016 kemarin, yang mendapat jatah 7.367.000 tabung.

Kepala Dinas Perdangangan Kudus Sudiharti melalui Kasie Fasilitasi Perdagangan Teddy Hermawan mengungkapkan, alokasi pada tahun ini jauh dari usulan Pemkab Kudus sebanyak 9.207.000 tabung. Usulan tersebut berdasarkan estimasi jumlah penduduk yang menggunakan elpiji melon.

TRENDING :  Kendalikan Harga Yang Tak Stabil, SPBU Wajib Layani Pembelian Gas Elpiji 3 Kilogram

Meski jauh dari usulan, lanjutnya, bukan menjadi masalah besar. Sebab, apabila dalam praktiknya nanti terjadi kelangkaan atau kekurangan, dapat mengajukan tambahan alokasi fakultatif. Seperti pada tahun sebelumnya bisanya pengajuan fakultatif hanya pada saat bulan-bulan tertentu, dimana permintaan masyarakat meningkat.

“Seperti pada bulan puasa, lebaran, natal, dan hari besar lainnya. Selain itu, pada bulan tertentu yang biasanya orang jawa menganggap baik untuk menggelar acara nikahan atau khitanan, biasanya permintaan juga meningkat tajam,” katanya, Senin (20/03/2017).

TRENDING :  Sedekah Sampah, Beramal Sekaligus Selamatkan Lingkungan

Perihal harga elpiji, Teddy menjelaskan, di tingkat pangkalan wajib menjual sesuai hara eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 15.500 per tabung. “Lebih dari itu tidak boleh, dan pangkalan akan selalu diawas supaya tidak ada yang menjual di atas HET,” imbuhnya.

TRENDING :  Jadwal Operasi Pasar Elpiji 3 Kg Di Kudus

Hal itu dilakukan mengingat banyaknya laporan dari masyarakat, atas praktik kenakalan pangkalan yang menjual jauh di atas HET. “Kalau memang mendapati adanya pangkalan nakal, bisa langsung dilaporkan ke kami dengan bukti foto kalau perlu video. Agar selanjutnya dapat kita tindak tegas, sebab elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi pemerintah yang harus tersalurkan kepada yang berhak,” jelasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*