,

Kupatan, Wisata Perahu Bendungan Logung di Padati Pengunjung

oleh
Ramai pengunjung yang mencoba menikmati pemandangan alam waduk logung dengan perahu wisata air (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Meskipun belum peroleh ijin operasional secara resmi dari otoritas bendungan dan Pemkab Kudus. Sebanyak sekitar sepuluh unit perahu wisata kini telah beroperasi sebagai sarana wisata air di perairan Bendungan Logung, Kudus.

Pada hari raya “Kupatan” hari ini sejumlah warga sekitar Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus telah memanfaatkan bendungan itu untuk objek wisata air, mereka mengoperasikan perahu wisata untuk para pengunjung.

Lokasi dermaga perahu-perahu wisata yang tak jauh dari lapangan Desa Kandangmas di padati para pengunjung hari ini, antrean para calon penumpang perahu dan tempat-tempat penitipan sepeda motor tampak penuh sesak, belum lagi puluhan kendaraan roda empat yang juga di parkir di kawasan lapangan tersebut.

Dari pantauan media ini, dengan mematok tarif Rp 10 Ribu untuk orang dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak, anak mereka membatasi maksimal 8 penumpang pada setiap perahu yang akan berputar-putar di sekitar bendungan Logung selama 30 menit, Rabu (12/06/2019).

TRENDING :  Akses Jalan Menuju Air Terjun Kedung Gender Mulai di Bangun

Faruq seorang angota tim resque nasional MDMC  asal Kudus  yang sedang berlibur di lokasi wisata air tersebut mengatakan, secara spesifikasi sejumlah perahu yang di operasikan perlu perhatian khusus.

“Saya bukan ahli perahu tetapi saya mengertilah ada berapa persen  bodi perahu yang harus berada di bawah badan air, jadi sepengatahuan saya secara SOP mereka sudah benar dengan mewajibkan para penumpang mengenakan life jacket atau rompi pelampung,” kata dia.

Namun menurutnya dari sisi spesifikasi fisik perahu ada beberapa perahu yang terkesan seperti perahu darurat, yang di bawahnya hanya tersusun dari tong-tong plastik sebagai penampang bodi perahu.

“Harus ada uji kelayakan bila perahu darurat itu digunakan sebagai angkutan wisata,” kata dia.

Lukman, salah seorang pengelola perahu wisata menuturkan, wisata air di Bendungan Logung mulai dibuka bulan ini. Setiap hari puluhan pengunjung menjajal berkeliling Bendungan Logung dengan naik perahu wisata yang dikelolanya bersama warga lain.

TRENDING :  Marak, Pedagang Janur Untuk Kupatan

‘’Selama masa liburan jumlah pengunjung bias hingg 200 orang perhari, rencana akan kami tambah unit perahunya,’’ katanya.

Perahu wisata itu dibuat warga. Biaya pembuatan mencapai Rp 10 juta- Rp 12 juta. Perahu mampu menampung hingga sepuluh orang. Dengan tarif Rp 10 ribu untuk orang dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Pengunjung diajak berkeliling sekitar 15 menit-20 menit.

Meski masih terbatas, sejumlah pengunjung antusias menjajal destinasi wisata baru di Kabupaten Kudus itu.  Jimmy  salah seorang pengunjung sal Mlati Lor mengaku mengetahui adanya perahu wisata di Bendungan Logung dari foto-foto di media sosial.

‘’Saya kesini untuk melihat wisata baru ini. Apalagi hari ini libur,’’ ujarnya.

TRENDING :  Rabo Besok, Puncak Acara Festival Tradisi Bulusan

Kapolres Kudus, AKBP Saptono mengatakan pihaknya sebenarnya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait keamanan dan keselamatan para wisatawan. Mengingat segala kemungkinan bisa saja terjadi, terutama kemungkinan buruk.

“Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah daerah terkait hal ini,” lanjutnya.

Hanya, pihaknya mengakui tidak bisa berbuat banyak soal fenomena wisata dadakan tersebut. Pasalnya, Bendungan Logung sendiri masih dibawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana. 

“Kami hanya menghimbau supaya jangan diteruskan terlebih dahulu,” lanjutnya.

Monitoring secara berkala akan pihaknya lakukan. Himbauan kepada masyarakat juga akan digencarkan. Dengan harapan baik masyarakat maupun pehak-pihak terkait mau melapangkan dadanya untuk tidak melanggar aturan.

“Kami berharap semuanya baik-baik saja dan aman,” terangnya.

Sementara Bupati Kudus HM Tamzil mengakui jika pihaknya kalah cepat dengan masyarakat soal fenomena ini. Tamzil mengatakan, masyarakat Kudus terutama warga sekitar Logung lebih cepat dalam menangkap peluan usaha.

“Kami upayakan penyesuaian segera supaya tidak terjadi masalah, penataan lokasi untuk sektor pariwisata juga diupayakan segera dilakukan. Rapat koordinasi bersama usur-unsur terkait juga segera diagendakan,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :