Lagi Banjir Bandang Landa Wonosoco Terjang Puluhan Rumah

oleh
Para relawan BPBD membantu warga membersihkan lokasi paska banjir bandang Wonosoco (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Kembali banjir bandang melanda kawasan desa wisata Wonosoco Undaan Kudus, seperti pernah terjadi pada awal tahun ini, paska hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut tiba-tiba banjir bandang bercampur lumpur menerjang sekitar 50 rumah warga, tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu, Selasa (4/12/2018)

Banjir bandang datang dari lereng Pegunungan Kendeng (Pegunungan Kapur Utara). Gelontoran air setinggi antara 30-100 cm itu membawa material lumpur pekat dan bebatuan kecil, berlangsung sekitar 20 menut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi mengatakan, banjir bandang terjadi setelah hujan deras selama sekitar setengah jam mulai pukul 14.00 di kawasan Pegunungan Kendeng Desa Wonosoco.

TRENDING :  Perjalanan Pulang Umroh, Mahmudah Meninggal Mendadak

“Luapan air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga (KK) di RT.01,02,04-RW.01, sekitar pukul 14.30. Lumpur juga menutup kolam renang dan lokasi wisata Sendang Dewot,” katanya.

Mulanya, hujan turun dengan deras sekitar pukul 14.00 WIB. Hampir 1,5 jam hujan mengguyur. Sekitar pukul 14.30 WIB, air Sungai kuscangkring meluap dan memasuki pemukiman warga sekitar.

Menurutnya, air bergerak deras memenuhi permukaan jalan kampung. Kemudian, air masuk ke rumah warga.

“Ketinggian air yang datang dari lereng Pegunungan Kendeng itu mencapai satu meter. Ini banjir bandang ke sebelas sejak 10 tahun terakhir,” ungkapnya.

TRENDING :  Warga Desa Kutuk Undaan Peringati Haul Yi Wage Dengan Kirab Adat

Sementara itu, Camat Undaan Rinardi Budiyanto, usai banjir bandang ratusan warga langsung membersihkan sisa lumpur di rumah masing- masing. Sedang pembersihan di area wisata Sendang Dewot dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, aparat TNI-Polri, petugas kecamatan dan desa setempat.

“Mereka membersihkan lumpur setebal hingga 20 cm dengan menyemprotkan air dari truk tangki dan pompa diesel ke halaman Sendang Dewot. Sedang lumpur yang masuk ke dalam kolam renang sendang wisata itu mencapai ketebalan 50 cm.” Ujar dia.

Pantauan di lokasi, jalan kampung penuh lumpur tebal. Begitu juga di dalam rumah yang kemasukan air bercampur lumpur. Mereka mengeluarkan kursi, kasur, dan alat rumah tangga lain. Meski air sudah surut dengan cepat, lumpur masih memenuhi pekarangan dan rumah warga.

TRENDING :  Akhirnya Haryanto – Saiful Arifin Resmi Dilantik Gubernur Jateng

Saat ini mereka masih membersihkan rumah dengan menyikat dan menyemprot air ke bagian yang kena lumpur. Sejumlah petugas BPBD bersama warga ikut membersihkan lumpur.

Seorang warga RT.04-RW.01 Desa Wonosoco, Sukarmin (55) menceritakan, banjir datang begitu cepat dan air langsung menghilang. “Kami selalu was- was jika terjadi hujan lebat. Banjir bandang sering terjadi bahkan pernah menelan korban jiwa dan merusakkan rumah warga,” katanya.  (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :