Lagi, Warga Temukan Jasad Orang Meninggal Di Dalam Rumah Yang Terkunci

oleh
Jasad korban ketika sudah di masukkan ke dalam kantong mayat dan akan dibawa ke RSUD Loekmonohadi untuk di pulasara (Foto : YM/YM)

Kudus, isknews.com –  Setelah beberapa pekan sebelumnya kejadian serupa terjadi di Desa Kaliputu, petang tadi kembali jasad orang meninggal ditemukan oleh warga dirumahnya yang terkunci dari dalam, sore menjelang Maghrib Warga dukuh Kependen RT 02 RW 02 Desa Kramat, Kecamatan Kota Kudus dihebohkan dengan ditemukannya jasad Oni Ariyono (55) warga setempat yang kini berdomisili di Kota Semarang diketemukan sudah meninggal dunia di kamarnya.

Menurut penuturan Ponco Risgiantoro Ketua RW setempat, Oni yang hidup sendiri karena telah berpisah dengan isterinya, sementara anaknya bekerja di luar kota, dikenal warga sebagai karyawan bagian marketing sebuah pabrik rokok asal Jawa Timur, memang seringkali mengunjungi rumah peninggalan orang tuanya yang kini seringkali kosong ini untuk sekedar transit, bersih-bersih atau rehat sebentar untuk beberapa hari yang kemudian kembali ke Semarang.

Menurut penuturan Ponco Risgiantoro Ketua RW setempat, Oni yang dikenal warga sebagai karyawan bagian marketing sebuah pabrik rokok asal Jawa Timur, memang seringkali mengunjungi rumah peninggalan orang tuanya yang kini seringkali kosong ini untuk sekedar transit, bersih-bersih atau rehat sebentar untuk beberapa hari yang kemudian kembali ke Semarang.

TRENDING :  Lupa Matikan Tungku, Satu Rumah di Alasdowo Ludes Terbakar

“Warga mulai curiga saat mengetahui ada tamu yang mengaku disuruh oleh bosnya pak Oni, tamu tersebut bercerita bahwa dia disuruh bosnya untuk menjenguk pak Oni, karena katanya sebelumnya saat di telepon bosnya,  pak Oni tak mmenjawab, namun ada desahan nafas seperti orang kesakitan, dan sesudah itu tiap di telefon bosnya tidak ada jawaban, sehingga dia curiga dan bilang ya sudah mas nanti kabari kalau ada info,” tuturnya, Senin (18/02/2019).

Hanya saja tamu tersebut tidak cerita kapan bosnya tersebut menghubungi pak Oni, sementara tamunya juga sudah keburu pulang,

TRENDING :  Polsek Kota Kudus Gelar Lomba Siskamling

“Sejak kedatangan tamu dengan ceriteranya, yang di mungkinkan teman kerja Pak  Oni, warga  resah dan sudah mulai bergunjing, akhirnya saya dengan meminta ijin pada adik kandung pak Oni, yang tinggal di Desa Ploso diperbolehkan buka paksa dengan cara membongkar tiga kaca nako, dan benar saja begitu terbuka, langsung muncul hawa tak sedap dari dalam rumah, kamar pak Oni terkunci dari dalam, namun lampu masih menyala, dan begitu diintip memang terlihat jasad yang sudah menghitam,” terang dia.

Lalu wargapun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota dan langsung menerjunkan pula Tim Inafis dan dokter untuk memeriksa jasad korban.

Kapolsek Kota Kudus, AKP Khoirul Na’im kepada awak media menyampaikan bahwa, dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Kudus dan dr. Puspitasari dari Puskesmas Wergu Wetan, Korban di perkirakan sudah meninggal kurang lebih sepuluh hari yang lalu dan pada tubuh korban tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan.

TRENDING :  Korban Penusukan di Depan Balai Desa Jojo Kudus Akhirnya Meninggal
Korban yang di temukan warga di dalam rumah yang terkunci sedang di evakuasi oleh warga (Foto: YM)

“Korban ditemukan warga sudah terbujur kaku di atas ranjang tempat tidurnya pukul 18.30 WIB oleh warga setempat. Posisi korban saat ditemukan berada dalam posisi telentang menghadap keatas. Kondisi tubuh korban pun sudah susah di kenali karenasudah menghitam dan rusak,” terangnya.

Sementara penyebab kematian korban masih dalam pendalaman.  “ Namun di duga kuat akibat sakit, mungkin kelelahan karena menurut adik korban, Rudi, sebelumnya korban ini sempat mengecat rumahnya, dan ini irip kematian almarhum ayahnya yang juga tanpa di dahului sakit,: jelasnya.

Kini jenazah korban di bawa ke RSUD Loekmono Hadi Kudus untuk di pulasarakan, dalam kesempatan tersebut adik kandung korban, Rudi Adriyanto (47) berpesan kepada pihak kepolisian agar tidak usah dilakukan otopsi pada tubuh korban, “Apalagi ini tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :