Lahan Tebu Seluas 2,5 Siap Panen Terbakar

oleh
Lahan Tebu Seluas 2,5 Siap Panen Terbakar ISKNEWS.COM
Foto: Tim pemadam kebakaran mencoba menjinakkan api yang melumat lahan tebu. (istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Siap dipanen, tebu berusia 10 bulan milik Harjono (62) warga Dukuh Gadungan RT 02/RW 04, Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati Kota dan Harno (55) warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, terbakar hebat, Senin (18-06-2018) malam.

“Kebun tebu yang terbakar di kebun blok Makam Karang Tawang, Dukuh Gadungan RT 01/RW 04, Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati Kota, kebakaran terjadi pada jam 20.00 WIB,” ungkap Kapolres Pati, AKBP Uri Nurtanti Istiwidayati melalui Kapolsek Pati Kota, Iptu Pujiati, belum lama ini.

TRENDING :  Dengan Hardiknas Kita Tingkatkan Mutu Dan Kualitas Pendidikan

Lanjutnya, adapun kebun tebu yang terbakar tidak hanya milik korban Harjono, tetapi juga milik korban Harno, dengan total kerugian mencapai Rp 30 juta dengan luas total selebar 2,5 hektare.

Lahan Tebu Seluas 2,5 Siap Panen Terbakar ISKNEWS.COM
Foto: Tim pemadam kebakaran mencoba menjinakkan api yang melumat lahan tebu. (istimewa)

“Luas kebun tebu yang terbakar seluas 2,5 hektare terdiri dari kebun tebu milik Harjono seluas 0,5 hektare dan Harno selebar 2 hektare,” bebernya.

TRENDING :  Jalan Sehat Iringi Pencanangan Gerakan Sadar Pilkada Serentak 2018

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 19.00 WIB, Arif (29) melintas di Jalan Desa Dukh Gadungan, Desa Tambaharjo dan mencium bau sesuatu terbakar. Arif kemudian berhenti di tepi jalan dan mendengar suara letupan daun tebu terbakar yang berasal dari tengah kebun tebu disertai asap putih yang nampak di atasnya.

Lahan Tebu Seluas 2,5 Siap Panen Terbakar ISKNEWS.COM
Foto: Tim pemadam kebakaran mencoba menjinakkan api yang melumat lahan tebu. (istimewa)

“Selanjutnya Arif menelpon Harjono sebagai pemilik lahan. Mendapat kabar tersebut, kemudian korban bersama warga mendatangi lokasi dan memasuki tengah kebun tebu yang terbakar itu,” tuturnya.

TRENDING :  Masyarakat Desa Ronggo Berharap Puskesmas di Desanya Bisa Beroperasi Kembali

Imbuh Iptu Pujiati, Harno dan warga mencoba mencegah meluasnya tebu yang terbakar dengan memotong dan merobohkan tebu di sekitar tebu yang terbakar, sebagai pembatas agar kebaran tebu tidak meluas.

“Tebu yang terbakar berusia 10 bulan dan rencananya akan dipanen pada 23 Juni 2018 mendatang,” katanya. (AM/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :