Lahan Tembakau Rembang Meningkat 20 Persen

oleh
Lahan Tembakau
Foto: Salah satu lahan tembakau yang ada di Kabupaten Rembang. (Rendy/ISKNEWS.COM)

Rembang, ISKNEWS.COM – Lahan pertanian tembakau di wilayah Kabupaten Rembang pada tahun 2018, akan bertambah sekitar 500 hektare atau mencapai 20 persen dari luasan sebelumnya. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, mengingat hasil jual tembakau yang cukup tinggi.

Dari jumlah semula yang luasnya 3.000 hektare, nantinya akan menjadi 3.500 hektare. Dengan bertambahnya luas lahan tersebut, maka akan bertambah pula jumlah petani tembakau di Kabupaten Rembang.

TRENDING :  Tugu Lilin dibongkar, Demi Percantik Wajah Kota

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani. Maka dari itu, Pemkab tahun 2018 ini menambah luasan lahan tembakau menjadi 3.500 hektare.

“Pangan memang menjadi tanaman unggulan atau tanaman prioritas, tetapi untuk menutup agar petani sejahtera maka tembakau yang kemarin 3.000 hektare, tahun ini akan ditambah 500 hektare menjadi 3500 hektar. Saya ingin petani ini menjadi sejahtera karena dengan harga jual tembakau cukup tinggi, penghasilan petani pun bisa meningkat,” ujarnya.

TRENDING :  Bertani Pisang Raja Yang Menggiurkan

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, tanaman tembakau menjadi komoditas yang sangat menguntungkan petani. Rata-rata dari keuntungan per hektare, mencapai 40 hingga 50 juta rupiah.

“Memang grafik keuntungan dari petani tembakau itu naik turun. Kadang untungnya banyak, kadang juga untungnya sedikit, kayak tahun 2015 sampai 2016 itu hasilnya jeblok kan, terus di tahun berikutnya tinggi lagi. Ya gitu memang gitu, ada naik turunnya,” pungkasnya.

TRENDING :  Reformasi Birokrasi, Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

Selain itu, melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BDBHCHT), Pemkab juga memberikan bantuan memalui alat pertanian. Selain bisa mempermudah para petani dalam menanam maupun memanen, secara otomatis biaya operasional yang digunakan juga akan berkurang, sehingga pendapatan petani bisa meningkat. (RTW/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :