Laju Inflasi Kudus Di Bulan Mei Capai 0,14 Persen

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Lalu inflasi di Kudus pada Mei 2018 ini mencapai 0,14% dengan Harga Indeks Konsumen (IHK) 139,11 lebih tinggi dibandingkan bulan April yang mengalami inflasi sebesar 0,01% dengan IHK 138,91.

Hal itu dikatakan Kepala Kantor BPS Kudus, Sapto Harjuli Wahyu, dalam rilis dikantornya Selasa 5 Juni 2018. Kata Sapto, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok peneluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,46%.

Kemudian lanjut Sapto, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,15%, lalu kelompok sandang 0,08% dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,08%. Sementara lanjut dia, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,84%.

TRENDING :  SMP 1 Jati dan SMK Wisudha Karya Raih Juara Umum Dipo-Sri Festival #5 2017

Yang cukup menarik lanjut Sapto, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah nasi dengan lauk, telur ayam ras, soto, teh manis dan pecel. Sementara untuk komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah bawang putih, cabai rawit, beras, nangka muda dan cabe merah.

Tingkat inflasi Mei 2018 di Kabupaten Kudus yang tercatat sebesar 0,14 persen adalah lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat inflasi nasional pada bulan yang sama sebesar 0,21 persen. “Tingkat inflasi di Kudus pada Mei 2018 juga lebih tinggi dibandingkan dengan Jateng yang tercatat mengalami deflasi 0,01 persen,” ujarnya.

Sementara tingkat inflasi April 2018, katanya, mencapai 0,01 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan Mei 2018.

TRENDING :  Nelayan Karangaji Yang Hilang, Ditemukan Tewas

Ia mengatakan terjadinya inflasi di Kudus disebabkan karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran.

Di antaranya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,46 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,15 persen, kelompok sandang 0,48 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,84 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi, yakni nasi dengan lauk, telur ayam ras, soto, teh manis, dan pecel.

Sementara komoditas yang memberikan sumbangan terjadinya deflasi, yakni bawang putih, cabai rawit, beras, nangka muda, dan cabai merah.

Perkembangan harga berbagai komoditas selama Mei 2018, kata dia, secara umum mengalami kenaikan.

TRENDING :  Hari Kunjung Perpustakaan di Peringati Oktober, Dinas Arpusda Siapkan Inovasi

Di antaranya, kenaikan harga nasi dengan lauk, telur ayam ras, soto, teh manis, dan pecel. Dari enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) di Jateng, dua kota mengalami deflasi dan empat kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi, yakni di Kota Semarang sebesar 0,09 persen, diikuti Kota Cilacap sebesar 0,08 persen, sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal sebesar 0,24 persen, Kudus sebesar 0,14 persen, Surakarta sebesar 0,04 persen, dan Kota Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,01 persen.

Laju inflasi tahun kalender sebesar 1,79 persen, sedangkan laju inflasi dari tahun ke tahun (year on year/Yoy) yakni Mei 2018 terhadap Mei 2017 sebesar 2,82 persen. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :