Lalui Keluarga, Tingkatkan Kualitas Kesehatan

Lalui Keluarga, Tingkatkan Kualitas Kesehatan

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Lingkungan keluarga memberikan dasar seseorang membiasakan hidup bersih dan sehat. Bahkan Kementrian kesehatan telah mengeluarkan Peraturan terkait Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Rembang H.Abdul Hafidz saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek dalam upacara HKN ke-53 di halaman kantor Bupati Rembang, Senin (13/11/2017) pagi.

Sesuai Permenkes Nomor 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan ada 12 indikator pelayanan dasar yang harus dilakukan oleh Pemkab ataupun Pemkot. Delapan indikator keluarga sehat terkait dengan indikator SPM dan empat indikator saja yang tidak terkait dengan SPM seperti merokok, jamban sehat, akses air bersih dan anggota JKN.

TRENDING :  Dorong Desa Bantu Atasi Rumah Tidak Layak Huni

Bupati menjelaskan, selain pendekatan keluarga, pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Dengan Germas dan pendekatan keluarga kementrian kesehatan mendorong kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat  sebagai upaya promotif dan preventif yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Lingkungan keluarga memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya hidup sehat. Oleh karena itu, kita perlu terus berupaya membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga. Bahkan Kementrian kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga,” tuturnya.

TRENDING :  Kapolres Rembang Ajak Apel Sopir Angkutan Barang

Selanjutnya Bupati mengingatkan melalui peringatan HKN ke-53 jajaran kesehatan harus menjadikannya sebagai momentum untuk merefleksikan kembali sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan. Dan melalui HKN ini saatnya meneguhkan kembali komitmen dan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menyadarkan masyarakat agar mandiri dalam aspek kesehatan.

Salah satu upaya pemkab Rembang dalam pendekatan keluarga dan Germas yaitu menekan kebiasaan buruk Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF). Dari yang semula ada 101 desa hingga saat ini berhasil ditekan tinggal 20 desa.

Pada saat upacara HKN ke-53 empat Kecamatan menerima penghargaan dari Pemkab Rembang setelah tahun ini sukses semua desa di wilayahnya bebas BABS. Keempat kecamatan itu yakni Kecamatan Lasem, Kecamatan Pancur, Kecamatan Sedan dan Kecamatan Bulu.

TRENDING :  Ini Kronologi Kecelakaan Bus Nusantara Vs Bus Mini Di Pantura Pati

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syafi’i menambahkan menindaklanjuti petunjuk dari Bupati, desa- desa yang belum deklarasi ODF akan ada penanganan khusus. Harapannya akhir tahun bisa selesai semua.

“Sisa desa yang belum ODF nanti sesuai petunjuk Bupati akan kita lakukan streshing khusus. Sehingga bisa dipercepat, terutama di wilayah Kragan dan Sarang,”pungkasnya.

Upaya Pemerintah dalam meningkatan kualitas kesehatan kali ini dimulai dari kesadaran keluarga. Sesuai tema Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 Dorong Peningkatan Kualitas Kesehatan Dari Keluarga tahun ini “Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku”. (rtw)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post