Lama Idap Penyakit, Warga Purworejo Ini Nekad Akhiri Hidup dengan Sayat Nadi Tangan

oleh
Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo dan sejumlah anggota Inafis saat memeriksa korban bunuh diri di Desa Loram Wetan Jati Kudus (foto: YM)

Kudus, isknews.com – Ngadino Bin Kromo Jumono (78) seorang pria sebatang kara asal Kabupaten Purworejo yang selama ini menginap di rumah keponakan Siti Rohati, warga RT 02 RW VI Desa Loram Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, pagi tadi ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya, Selasa (04/06/2019).

Ngadino yang berasal dari Dukuh Kembang Arum RT 03 RW X Desa Kutoharjo Kabupaten Purworejo, karena tidak memiliki keluarga, oleh keponakannya itu di tampung dan dirawat sudah sekitar 4 tahun lalu.

TRENDING :  Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kudus Lantik 13 Kader JKN KIS Untuk Wiayah Kudus, Jepara Dan Grobogan

Menurut Kpolsek Jati, AKP Bambang Sutaryo, informasi dari keluarga, pada pagi itu sekitar  pukul 07.10 wib Riki (30) yang juga keponakan korban mencurigai terhadap korban, karena  seperti biasanya tiap malam bangun tidur membuat Teh hangat.

“Namun malam sebelum kejadaian tidak bangun , setelah curiga maka sekitar sekitar pukul 07. 15 Wib korban hendak membuka kamar korban namun kamar tersebut terkunci dari dalam, di ketuk ketuk tetap tidak di buka,” katanya.

TRENDING :  Meriah Peringatan 1 Tahun Darussalam Education Center Getassrabi

Lau Riki memberi tahukan kepada keponakan korban yang lain, selanjutnya di intip melalui ventilasi atas pintu.

“Ternyata Korban dalam keadaan terlentang tak bergerak, setelah turun selenjutnya mereka membuka paksa pintu kamar dan mendapati korban dalam kondisi terlentang  tak bernyawa,” ungkapnya.

Di kasur dan lantai terdapat darah membeku yg berceceran, dan terdapat pisau di bawah tangan kanan, selanjutnya merekapun meminta tolong pada tetangga .

“Dari hasil pemeriksaan dr Devi kurnia, yang juga di dampingi sejumlah petugas Inafis Polres Kudus, di tubuh korban terdapat sayatan di tangan kiri sedalam 6 cm dipergelangan tangan Korban,” terang Bambang.

TRENDING :  Yayasan Menara Kudus Bagikan 9000 Bungkus Daging Qurban

Tidak ada tanda tanda penganiayaan dan murni bunuh diri. Korban meningal dikarenakan sayatan di pergelangan tangan kiri yang mengakibatkan darah keluar dan korban kehabisan darah.

“Motif bunuh diri masih dalam pendalaman. Namun dugaan sementara diduga korban Bunuh diri karena menderita penyakit yang lama, sebelumnya korban mengalami penyakit darang tinggi dan Depresi,” tandas AKP Bambang Sutaryo. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :