Lebih Sehat Kolak atau Es Buah?

oleh
Lebih Sehat Kolak atau Es Buah?
Foto: Pilih kolak atau esbuah untuk hidangan berbuka. Rabu(06-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Kolak dan es buah merupakan dua menu favorit masyarakat untuk menghilangkan dahaga saat berbuka puasa. Kedua hidangan ini, memiliki rasa yang manis dan menyegarkan. Sehingga sangat cocok untuk menghilangkan cairan tubuh yang hilang dan memulihkan energi tubuh setelah seharian berpuasa.

Di masyarakat kedua hidangan ini memiliki penggemarnya masing-masing. Namun, jika dilihat dari segi kesehatan, lebih baik mengkonsumsi kolak atau es buah saat berbuka puasa? Untuk mengetahui hal tersebut, isknews.com menghubungi dr. Budi Istriawan.

TRENDING :  Kejaksaan Negeri Kudus Gencar Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum

Kepada isknews.com, ia menjelaskan, jika dilihat dari segi nutrisinya. Berdasarkan hasil perhitungan Fatsecret Indonesia dalam 100 gram kolak mengandung 163 kalori dengan rincian 47% lemak, 48% karbohidrat dan 6% protein. Kolak juga mengandung vitamin A, B, C serta zat-zat seperti mangan, kalium, serat, protein, magnesium, folat, riboflavin, niacin dan zat besi.

“Kandungan nutrisi terbesar dari kolak adalah karbohidrat yang dihasilkan dari pisang dan ubi. Selain itu, rasanya yang manis membuat kandungan glukosa dari hidangan ini sangat tinggi. Sehingga makanan ini sangat baik untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa,” kata dr. Budi, Rabu (06-06-2018).

TRENDING :  Pasar Senin Pahing Tawarkan Nuansa Flasback Pengunjung Ke Zaman Dahulu

Sedangkan, satu gelas es buah mengandung 247 kalori yang terdiri dari 99% karbohidrat dan 1 % protein. Karbohidrat dalam es buah dihasilkan dari gula yang bersumber dari sirup dan buah yang beragam.

Dari uraian nutrisi kedua hidangan tersebut, dapat dilihat bahwa nutrisi dari kolak lebih beragam dibandingkan nutrisi dari es buah. Selain dari nutrisinya, kolak juga dirasa lebih sehat karena dikonsumsi tidak dalam keadaan dingin.

TRENDING :  Mengenal Kedungdowo dari Benda Peninggalan Mbah Kyai Geringsing

“Hidangan yang dikonsumsi dalam keadaan dingin lebih sulit dicerna oleh tubuh. Sehingga proses recovery energi tubuh akan lebih lama saat kita mengkonsumsi hidangan yang dingin,” tegas dr. Budi.

Imbuhnya, “Mengkonsumsi es saat berbuka puasa juga menyebabkan tubuh mudah merasa haus. Karena mengkonsumsi es hanya menyegarkan di tenggorokan, namun tidak menghilangkan dahaga. Alangkah baiknya, saat berbuka hindari mengkonsumsi es.” (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :