Lentog Tanjung Menu Sarapan Murah dan Lezat

oleh
Lentog-Tanjung
Foto: Nikmatnya Lentog Tanjung khas Kudus saat pagi hari. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Cari menu sarapan yang pas untuk perut dan kantong? Jangan bingung, di Kudus ada satu menu sarapan yang recomended untuk dikonsumsi. Selain rasanya khas dan nikmat juga tak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Lentog khas Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati atau yang lebih dikenal sebagai Lentog Tanjung bisa menjadi pilihan menu sarapan. Lentog Tanjung merupakan salah satu menu kuliner khas Kota Kretek.

Salah seorang warga, Tri Indah mengaku, sering mendatangi lokasi sentra Lentog Tanjung yang berada di sebelah barat Lapangan Sepak Bola Desa Tanjungkarang. Menurutnya, Lentog sangat pas disantap saat sarapan.

TRENDING :  Kota Kretek Inflasi 1,00 Persen

“Nikmatnya Lentog itu kalau pas sarapan pagi. Pas lapar, pas nikmatnya, pas harganya,” begitu pengakuan wanita cantik asal Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Minggu (25-02-2018).

Meski begitu, ada juga beberapa warung yang menjajakannya hingga siang hari. Sebagai pelengkap biasanya disediakan menu pendamping seperti aneka minuman, telur puyuh, kerupuk dan tempe bacem.

Menu Lentog Tanjung diambil dari kampung tempat asalnya yakni Desa Tanjungkarang. Sedangkan Lentog merupakan lontong yaitu makanan berbahan baku beras terbungkus daun pisang, dengan dikukus di atas air yang benar-benar mendidih sehingga menjadi kenyal.

Salah satu tempat yang menjadi sentra Lentog terdapat pusat makanan Lentog Tanjung. Ada banyak penjaja makanan khas tersebut berjejer-jejer. Hampir tiap hari belasan warung di pusat Lentog ramai dikunjungi, terutama saat pagi hari sebelum warga bekerja.

Tapi tenang saja, bagi peminat makanan khas ini tidak perlu khawatir jika tidak bisa berkunjung ke pusatnya di Desa Tanjungkarang. Sebab Lentog tak hanya dijual di Jalan Tanjung saja, melainkan hampir tersebar merata di seluruh penjuru Kota Kretek.

TRENDING :  Mulai Ditempati, Kios Baru Pedagang Lentog Tanjung

Lentog Tanjung terdiri dari irisan lontong, diguyur sayur gori atau nangka yang masih muda, dicampur opor tahu, ditambah taburan bawang goreng. Untuk pecinta pedas, bisa menambahkan sambal atau cabai matang di atasnya.

TRENDING :  Sepeda Motor Ini Raib Saat Terparkir di Luar Kos Mlati Kidul

Pedagang biasa menyajikan lentog di atas daun pisang dan didasari piring. Tapi yang tidak suka dengan alas daun pisang, bisa langsung saja di atas piring sesuai dengan permintaan pembeli.

Selain tampilannya yang sederhana, untuk memakannya juga tidak menggunakan sendok, namun menggunakan suru (sendok dari daun pisang -red). Tapi bagi yang kesulitan pakai suru, bisa pakai sendok.

Penasaran dengan kelezatannya? Segera datang ke Kudus untuk menikmatinya. Dijamin murah meriah tiap satu porsi berkisar antara Rp 3-4 ribu. Cocok juga untuk pergi sarapan bersama pasangan atau keluarga. (MK/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :