Libur Panjang Lebaran, Faskes Tetap Prima layani Peserta JKN KIS

oleh
Kepala BPJS Cabang Kudus Maya Susanti yang didampingi oleh Direktur Utama RSUD Loekmono hadi Kudus dr Aziz Achyar dan Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Any Wilianti saat menggelar jumpa pers dengan awak media di Kantor BPJS Kesehatan cabang Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Mengantisipasi libur panjang pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H, bagi para peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak perlu khawatir akan pelayanan kesehatan, sebab mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran 2019, atau tepatnya mulai tanggal 29 Mei – 13 Juni 2019.

Peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan, bahkan termasuk saat peserta mudik ke luar kota. Hal ini merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan portabilitas bagi peserta JKN-KIS.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPJS Cabang Kudus Maya Susanti yang didampingi oleh Direktur Utama RSUD Loekmono hadi Kudus dr Aziz Achyar dan Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Any Wilianti saat menggelar jumpa pers dengan awak media di Kantornya kawasan kompleks perkantoran Mejobo Kudus, Senin (27/05/2019).

Menurutnya, peserta JKN-KIS yang sedang mudik lalu membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota, maka dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut.

Mayoritas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Kudus, tetap melayani pasien jaminan kesehatan nasional (JKN) saat Lebaran 2019.

“Dari 314 FKTP mulai dari dokter pribadi, klinik, hingga Puskesmas sekitar 75 persennya masih tetap buka untuk melayani pasien JKN, sedangkan yang mengajukan izin libur saat Lebaran berkisar 25 persen,” ujarnya saat jumpa pers di kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Kudus, Senin.

Ratusan FKTP tersebut, katanya, tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Kudus, Grobogan dan Jepara.

FKTP yang mengajukan libur Lebaran, kata dia, berkisar antara tanggal 3-4 Juni 2019.

“Bagi FKTP yang mengajukan libur Lebaran, maka mereka memiliki tanggung jawab untuk memindahkan pelayanan pasiennya ke FKTP terdekat yang masih buka selama Lebaran. Mereka juga diwajibkan memasang pengumuman terkait hal itu agar pasien JKN-KIS mengetahui informasi tersebut,” ujarnya.

TRENDING :  Libur Lebaran Jajaran Polres Kudus Amanakan Obyek Wisata

“Layanan kesehatan tersebut bisa diperoleh peserta di FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Untuk daftar FKTP tersebut, dapat dilihat di aplikasi Mudik BPJS Kesehatan atau dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400,” jelasnya.

Maya menerangkan, apabila tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

TRENDING :  Tetap Hidup Berkualitas Meski Harus Jalani Cuci Darah

“Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik iur biaya dari peserta,” ungkapnya.

Maya juga mengingatkan, pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif. Oleh karenanya, para peserta JKN-KIS diharapkan disiplin membayar iuran khususnya peserta yang sedang mudik dan selalu membawa kartu JKN-KIS.

Menurut dia, untuk mengecek status kepesertaan dan melihat riwayat tagihan atau pembayaran iuran JKN-KIS, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Selain itu, kami juga mengembangkan aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat di-download secara gratis di Playstore dan Appstore.

“Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan,” katanya.

Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menyediakan pelayanan khusus kepada peserta JKN-KIS. Di Kantor Cabang, Kantor Kabupaten/Kota Pulau Jawa, dan beberapa Kantor Kabupaten/Kota di luar Pulau Jawa, layanan khusus bagi peserta JKN-KIS disediakan mulai tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019 pukul 08.00 – 12.00 waktu setempat.

TRENDING :  Seluruh eleman Kesehatan Pati siap untuk tingkatkan pelayanan

“Peserta bisa melakukan pendaftaran bayi baru lahir (khusus bagi peserta Pekerja Penerima Upah/PPU dan Penerima Bantuan Iuran/PBI), pencetakan kartu bayi baru lahir, perbaikan data dan pencetakan kartu peserta PBI yang sedang dirawat inap, re-aktivasi anak PPU berusia di atas 21 tahun yang masih kuliah dan sedang dirawat inap, dan penanganan pengaduan yang membutuhkan solusi segera,” terang dia.

Maya menjelaskan, saat ini telah dikembangkan fitur aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) di rumah sakit untuk pendaftaran bayi baru lahir peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan perhitungan denda layanan, sehingga peserta tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan. Di samping itu, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan.

“Selain di Kantor Cabang, selama masa libur lebaran kami juga membuka layanan khusus di rumah sakit melalui Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit, yang meliputi pendaftaran bayi baru lahir bagi peserta segmen mandiri, perhitungan denda layanan, dan penanganan pengaduan di rumah sakit, baik yang terkait dengan pelayanan rumah sakit maupun pengaduan yang perlu dieskalasi ke BPJS Kesehatan karena membutuhkan solusi segera,” terang Maya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :