Liburan Berbeda dan Seru Ke Museum Situs Patiayam

oleh
Liburan Berbeda dan Seru Ke Museum Situs Patiayam ISKNEWS.COM
Foto: Museum Purbakala Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Selasa (12-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Museum Purbakala Patiayam yang terletak di desa Terban, kecamatan Jekulo ini, menjadi alternatif liburan yang berbeda dan seru bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya. Di tempat ini, masyarakat bisa bereduwisata fosil, adat dan kebudayaan orang terdahulu.

Situs purbakala ini tidak kalah dengan Situs Sangiran, Trinil, Mojokerto dan Nganjuk. Keunikan dari situs Patiayam terletak pada fosil-fosilnya yang nyaris utuh. Dengan begitu, wisatawan dapat melihat gambaran utuh kehidupan, adat dan budaya di tempat ini pada zaman dahulu.

Penjaga Situs Patiayam, Taqim, mengungkapkan bahwa temuan fosil-fosil di wilayahnya terbilang utuh yakni berkisar antara 70-80%. Hal ini dikarenakan ada penimbunan abu vulkanik halus yang membuat proses fosilisasi berlangsung baik. Selain itu, disekitar wilayah tersebut tidak ditemukan sungai besar. Sehingga fosil-fosil ini tidak berpindah lokasi karena adanya erosi.

TRENDING :  Evaluasi CFD 2017 Sejumlah Pengunjung Lapor Kehilangan Sepeda Ontel

Buka pada pukul 07.00 – 17.00 WIB, destinasi wisata di sebelah timur Kabupaten Kudus ini, cukup ramai didatangi wisatawan lokal maupun manca negara. Berdasarkan hasil catatan kunjungan di Situs Patiayam, setiap bulannya ada sekitar 1.500 – 3.000 wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

Liburan Berbeda dan Seru Ke Museum Situs Patiayam ISKNEWS.COM
Foto: Museum Purbakala Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Selasa (12-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Mayoritas pengunjung yang datang ke sini adalah anak sekolah dan mahasiswa dari Kudus dan sekitarnya. Ada juga beberapa orang luar kota yang menyempatkan waktu untuk mampir ke sini,” ujar Taqim, Selasa (12-06-2018).

TRENDING :  Bisa Gunakan Dana Bos, Perbaiki Bangunan SD Yang Rusak Ringan

Di tempat ini, pengunjung dapat melihat kehidupan zaman dahulu secara lengkap. Di situs ini wisatawan dapat melihat manusia purba (Homo erectus dalam bentuk replika -red), fauna vetebrata dan invetebata, alat-alat bantu manusia yang merupakan hasil kebudayaan manusia purba hingga fosil tumbuhan purba juga ada.

Dari sekian banyak fosil yang ada di Situs Patiayam, gajah purba atau stegodon trogonocepalus merupakan fosil favorit wisatawan. Seperti Endah, wisatawan asal Pekanbaru ini sengaja berkunjung ke Situs Patiayam untuk bisa menyaksikan gajah purba.

“Kunjungan ke tempat ini merupakan permintaan dari anak-anak, katanya mau melihat gajah purba. Sebenarnya tujuan kami mudik ke Semarang dan kebetulan lewat sini, jadi kami sempatkan untuk mampir,” ungkapnya.

TRENDING :  Semifinal HW Cup 2018 : Persiku Kudus Ditantang Surya Yudha Banjarnegara

Setelah berkeliling museum, Endah dibuat takjub dengan fosil-fosil yang ada di tempat tersebut. Tak hanya melihat fosil, dirinya dibuat tercengang ketika mengetahui bahwa di Kudus dahulu terdapat pulau muria dan perairan dangkal yang dikenal dengan nama selat muria.

“Saya dan keluarga cukup sering main ke Kudus. Namun, baru kali ini saya tahu kalau dahulu di tempat ini ada pulau Muria. Perubahan dari laut ke daratan tersebut dapat dilihat dan diamati dari fosil-fosil fauna yang ditemukan di Situs Patiayam ini,” pungkasnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :