Lima Bom Guncang Jawa Timur, Polres Kudus Perketat Penjagaan Pintu Masuk

oleh
Foto: Polres Kudus memperketat penjagaan di pintu masuk setelah rentetan lima bom mengguncang Jawa Timur. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Lima bom mengguncang Jawa Timur (Jatim) dalam 25 jam. Peristiwa itu membuat Polri mengeluarkan status siaga satu di seluruh jajaran. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan seluruh jajarannya untuk mewaspadai serangan susulan.

Menyikapi hal tersebut Polres Kudus memperketat penjagaan di pintu masuk, Senin (14-05-2018). Beberapa anggota polisi bersenjata lengkap disiagAkan di pintu masuk untuk memeriksa satu per satu orang yang hendak memasuki ke Mapolres.

TRENDING :  Polres Kudus Tindak Tegas! Jika Ada Anggota Konsumsi Narkoba

Sat Sabhara bersama Propam memeriksa barang bawaan para pengunjung seperti tas hingga bagasi motor. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasat Sabhara AKP Sutopo mengatakan, pihaknya bergerak cepat memperketat penjagaan Mapolres Kudus pascaledakan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14-05-2018) pagi.

Tak hanya di Mapolres, penjagaan juga diberlakukan di setiap Polsek jajaran. Tujuannya untuk mengantisipasi aksi serupa seperti yang terjadi di Surabaya. “Kita berusaha untuk mengantisipasi aksi terorisme dan radikalisme di Kudus,” ujarnya.

TRENDING :  Jelang Idul Fitri Stok BBM Di Kudus Stabil Dan Aman
Foto: Polres Kudus memperketat penjagaan di pintu masuk setelah rentetan lima bom mengguncang Jawa Timur. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Sutopo menambahkan, pengamanan ini berlaku selama 24 jam penuh. Sebanyak sembilan anggota Polres Kudus disiapkan untuk berjaga di pintu masuk.

Diketahui lima bom meledak dalam waktu sekitar 25 jam. Peristiwa biadab itu terjadi sejak Minggu (13-05-2018) pagi. Bom pertama meledak pukul 07.13 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Surabaya.

TRENDING :  Polres Kudus Siagakan Anggota di Dandangan

Disusul kemudian dua ledakan beruntun di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro. Teror tak berhenti, malam harinya bom kembali meledak.

Kali ini mengguncang rusunawa di Wonocolo, Sidoarjo pukul 21.20 WIB. Terakhir bom meledak di pos pemeriksaan Mapolrestabes Surabaya, Senin (14-05-20418). (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :