01

Limaratusan Tenant dan Stand Meriahkan Jateng Fair 2016 Di Kawasan PRPP Semarang

Semarang, isknews.com – Jateng Fair diharapkan tidak saja menjadi ajang promosi produk Jawa Tengah di kancah lokal, namun dapat mendunia, setidaknya di tingkat ASEAN. Karenanya, kualitas produk dan kemasan Jateng Fair mesti ditingkatkan. “Harapannya ini jadi pertemuan penjual dan pembeli sekaligus ajang promosi. Saya ingin tahun depan bisa mengundang (perwakilan negara) ASEAN dalam konteks MEA. Jika bisa mengundang mereka ke sini maka akan sangat menarik lagi dan itu akan menjadi forum pergaulan kita di MEA, sehingga orang-orang mengerti dan bisa membuat produk yang lebih ciamik,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat membuka Jateng Fair 2016, di kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Tawang Mas, Jumat (5/8),

Jateng Fair kali ini diramaikan ratusan stand. Mulai dari pemerintah kabupaten/ kota se-Jawa Tengah, SKPD, swasta, maupun UMKM. Mereka memamerkan dan menjual produk khas masing-masing daerah di provinsi ini. Ada pula sejumlah permainan maupun hiburan dengan menampilkan artis ibukota dan lokal, yang membuat tempat tersebut layak untuk tempat wisata.

Baca Juga :  Kabupaten Sidrap Terima Penghargaan Provinsi Sebagai Pelopor Program Nasional Percontohan Gerakan Budaya Membaca

Gubernur pun menyempatkan untuk menyambangi satu per satu stand untuk melihat produk yang dipasarkan. Mantan anggota DPR RI itu juga menyaksikan dancing fountain (air mancur yang akan menari sesuai alunan lagu) yang menjadi atraksi utama di perhelatan Jateng Fair 2016.

“Semoga Jateng Fair mampu menjadi ruang apresiasi hasil pembangunan dan perekonomian Jawa Tengah,” kata Ganjar.

Direktur Utama PT PRPP Titah Listyorini menjelaskan acara yang digelar mulai 5 Agustus – 4 September 2016 tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan hari jadi Jateng. Jateng Fair tahun ini menerapkan sistem baru. Yaitu penambahan unsur seperti wisata/ rekreasi, panggung hiburan serta beberapa pameran produk yang digelar secara serentak.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Kunjungi Gereja Tinjau Perayaan Natal 2015

Selain Dancing Fountain yang berada di Zona II, ada sejumlah wahana baru yang ditawarkan. Di antaranya Light Garden di Zona I yang menyulap lahan kosong antara kantor PT PRPP Jawa Tengah menjadi taman yang terbuat dari lampu dan lampion-lampion. Di Zona III akan diisi klaster Suwe Ora Jamu yang menampilkan semua potensi industri jamu di Jawa Tengah. Pada Zona IV yang menempati Sasana Merapi dan Merbabu, dikonsep dengan Semarang Tempo Doeloe yang menampilkan mobil, motor dan sepeda kuno. Desainnya, pun disesuaikan dengan kondisi Semarang tempo dulu, dengan ciri kolonial, chinese dan muslim.

Sedangkan Zona V merupakan tempat hiburan umum dan tempat stand-stand UMKM terutama yang berbasis kuliner. Tujuh pintu masuk pun dibuat dengan konsep baru. Yakni dengan nuansa Borobudur, Padang Bunga, Cheng Hoo, Dieng, Ukiran Jepara, Karimun Jawa, dan Demak. Di akhir event juga akan dilakukan pengundian doorprize bagi para pengunjung.

Baca Juga :  OJK Gelar Sosialisasi Go Public dan LPEI untuk Usaha Kecil Menengah

“Tenantnya ada sekitar 500-an, yakni 299 tenant dari swasta dan UMKM, 60 tenant dari SKPD dan BUMD Provinsi, 39 tenant pemerintah kabupaten/ kota, 10 tenant BUMN, dua tenant perguruan tinggi, serta 60 tenant kuliner,” katanya.

Jateng Fair tahun ini juga dimeriahkan dengan beragam kompetisi. Seperti Miss Jateng Fair 2016, Lomba Fotografi, Lomba Memasak hingga Artis Corner dan panggung hiburan.

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?