LKBH & PSG STAIN Kudus Siap Berikan Bantuan Hukum Dan Psikologis

Kudus, Isknews.com – Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) dan Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Kudus, Sore hari ini 16.00 WIB mengunjungi Mufiatun (korban penganiayaan) yang sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmonohadi, Kudus (11/10).
Dalam kunjungannya, Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, M Saekhan Muchith didampingi Nur Said dan Siti Malaiha Dewi dari Pusat Studi Gender (PSG) dan Suhadi ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH).

M Saekhan Muchith kepada Isknews.com menjelaskan mengenai maksud kedatangnya, yaitu memberikan dua pendampingan kepada Mufiatun korban penganiayaan (perut di seterika) yang waktu itu pada bulan Juni menjelang bulan puasa tahun ini.
Adapun pendampingan tersebut diantaranya dari Psikologis maupun Bantuan Hukum.

Baca Juga :  Djoko "Kokok" Nugroho Ziarah Ke Makam Mantan Bupati Blora

Di tempat yang sama, Nur Sa’id Ketua Pusat Studi Gender (PSG) STAIN didampingi Siti Malaiha Dewi yang juga pengurus PSG sekaligus Aktifis Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menambahkan,”PSG sendiri akan memberikan layanan konsultasi dan rehabilitasi pasca penganiayaan berupa pendampingan psikologis. Dimana sesuai visi PSG, kami akan memberikan kontribusi positif bagi lembaga perancang, pengambil kebijakan yang nantinya akan mengkaji secara mendalam faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan gender.”terangnya.

Baca Juga :  Supri : “Kalau KMKB Mau Jadi Pejuang Sejati Dan Ikhlas Ya Seharusnya Aduan Itu Tidak Dicabut”.

Suhadi ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) saat diwawancarai Isknews.com menyatakan “Akan memberikan solusi pemulihan terapi trauma, ataupun ada hal hal yang dimungkinkan down, psychology, bantuan pendampingan hukum kepada Mufiatun sampai tuntas, lanjut suhadi, dan apabila korban tidak mampu maka dibantu proses hukum nya secara gratis, lanjut suhadi, jika kami diperkenankan pihak keluarga maka kami akan menawarkan pendampingan hukum, seperti halnya Konsultasi, korban ini mulai di kepolisian sampai di persidangan, akan kita dampingi, agar hak-hak korban yang terdholomi bisa mendapatkan keadilan.”imbuhnya.

Baca Juga :  Update Bencana Longsor Dan Banjir Purworejo

Saekan menambahkan,” Kami segera meng-agendakan untuk rapat intensif, tidak lupa, nanti juga ke Polres Kudus minimal memberitahu jika pendampingan resmi nya dari STAIN Kudus, selain itu bertemu sama pelaku nya untuk mengetahui sekaligus mendengar seconds opinion dari tersangka.”Pungkasnya.(AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?