Lomba Desa Harus Bisa Beri Dampak Positif Bagi Pembangunan Daerah

Lomba Desa Harus Bisa Beri Dampak Positif Bagi Pembangunan Daerah

Kudus, isknews.com – Kegiatan lomba desa harus bisa memberikan dampak positif bagi pembanngunan daerah atau kabupaten. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Noryasin, saat memberikan sambutanya, dalam lomba desa tingkat Kabupaten Kudus 2017, di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Rabu (04/03).

Desa Pedawang hari itu mendapat giliran untuk dinilai, sebagai peserta lomba desa tingkat Kabupaten Kudus 2017, mewakili Kecamatan Bae. Hadir, Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, para kepala OPD dan Muspika Kecamatan Bae. Tim penilai lomba desa yang terdiri dari 14 orang, dipimpin oleh Asisten II Bidang Pembangunan Setda Kudus, Agus Budi Satrio, selaku Pembina sekaligus pimpinan rombongan.

Menurut Noryasin, setiap desa pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, namun dibalik itu juga mempunyai potensi yang hanya dimiliki oleh desa itu sendiri. Potensi itulah yang akan dinilai dalam lomba desa, oleh tim penilai sesuai bidangnya masing-masing. Sesuai dengan kebijakan program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat, termasuk lomba desa adalah bertujuan agar masyarakat Kudus semakin sejahtera. “Harapannya, lomba desa ini bisa menghasilkan desa terbaik yang nantinya akan dikirim ke lomba desa tingkat Provinsi Jawa Tengah.”

Sementara itu, Kepala Desa Pedawang, Moch Rifa’i, dalam sambutannya mengatakan, sebagai peserta lomba desa yang ditunjuk mewakili Kecamatan Bae, desanya sudah siap untuk dinilai, baik bidang administrasi, kelembagaan maupun pemerintahan. “Kalau masih ada yang kurang, adalah adanya sejumlah jalan yang rusak dan berlubang-lubang, termasuk jalan utama desa yang statusnya jalan kabupaten.”

Sebelum pelaksanaan penilaian, Sekda Noryasin, bersama Masan, kepala OPD dan tim penilai, melakukan peninjauan pameran UMKM Desa Pedawang. Aneka produk industri rumah tangga dan kerajinan dipamerkan di sejumlah stand, antara lain jajanan, kuliner, tahu tempe, konveksi, daur ulang kertas dan stand ponpes autis Achsaniyyah dinilai paling unik. bahkan saat dikunjungi team penilai, Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun sempat membeli 2 tangkai bunga mawar seharga 200 ribu khusus diberikan pada santri autis yang jaga stand yaitu Bayu dan Asiyah. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Rakor Kec.Margoyoso di Hadiri 22 Kepala Desa

Share This Post

Post Comment

*