Lomba Desa, Modal Penting untuk Membangun Bangsa

oleh

Kudus, isknews.com – Memang sebuah rutinitas, tetapi lomba desa hendaknya dimaknai substansinya untuk membangun bangsa yang diawali dari desa. Bahkan pada level pemerintahan terkecil sekalipun, yaitu RT harus tertata dengan baik.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Kudus H. Musthofa saat menghadiri lomba desa di Bulungcangkring, Jekulo, Senin (10/4). Hadir pula pada kesempatan tersebut yaitu sekda, pejabat beserta tim penilai lomba desa tahun 2017 tingkat Kabupaten Kudus.

Dikatakan bupati, bahwa NKRI merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan. Negara bisa kuat dan baik ketika didukung seluruh elemen bangsa. Semuanya harus baik dan memiliki tujuan yang sama.

TRENDING :  Tak Ingin Data Penerima Bantuan Ngawur, Bupati Minta Empat Pihak Ini Bekerja Sama

“Di tingkat desa, saya melihat ini sudah baik. Namun kades bersama perangkat desa harus konsisten dalam membangun desa dan memberikan pelayanan untuk masyarakat,” pesan bupati pagi itu.

Apalagi dengan dukungan dana desa yang jumlahnya terus meningkat pada tiga tahun terakhir ini harusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk desa. Semuanya tentu harus dilakukan secara transparan.

TRENDING :  Kamis Besok Empat Kepala Desa Terpilih Dilantik

“Pergunakan sesuai peruntukan dan sesuai aturan yang ada,” tambahnya.

Di era serba teknologi ini, desa di wilayah Kecamatan Jekulo sudah terintegrasi dengan SmartJekulo. Bupati memberikan apresiasi dengan sistem ini. Karena ini berbasis teknologi informasi digital secara online.

“Maka, sekarang semuanya tidak boleh lagi ada yang gaptek,” pintanya.

Inovasi yang dilakukan desa dan kecamatan ini masuk dalam frame besar Kudus cybercity. Yaitu dengan dibuktikannya dengan aplikasi Menara, K-119, serta Sipintar untuk kemudahan masyarakat dan para siswa.

TRENDING :  Kerlip Pasar Buah Khas Colo

Kepala Desa Bulungcangkring Muhammad Husnan mengaku senang adanya kemudahan dari bupati. Dirinya akan mengoptimalkan inovasi ini. Termasuk program desa pandai OJK yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan yang dimulai sejak dini.

“Kami punya perpustakaan digital dan gerakan menabung untuk para siswa,” kata Kades.(*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*