Longsor Akibat Kikisan Bengawan Solo Ancam Desa Panolan Kedungtuban

Longsor Akibat Kikisan Bengawan Solo Ancam Desa Panolan Kedungtuban
15219367_572892722918118_3638917081597826562_n
Kikisan air Bengawan Solo mengancam lahan pemukiman warga Dukuh Kenongogong Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban Blora (Foto: Ahmad Sampurno)

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Kikisan air Bengawan Solo, mengancam Warga di Dukuh Kenongogong Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora. Pasalnya, sebagian badan jalan mengalami longsor setelah terkikis sehingga mendekatkan pemukiman warga dengan bibir sungai. Antara 3 sampi 5 meter. Nyaris, kejadian longsor itu bisa mengancam pemukiman warga.

Peristiwa longsornya sebagian badan jalan tersebut, menurut Zain (24) warga setempat, terjadi sekitar pada Jum’at malam (2/12/2016) pukul 21.00 WIB. “Secara perlahan terjadi longsor karena arus sungai yang memutar dan mengikis bagian bawah. Sehingga lonsor pun tidak bisa dihindarkan,” jelasnya, Sabtu (3/12/2016).

Dia menjelaskan, longsor tersbut dipicu meningginya air bengawan solo yang terjadi sepekan belakangan ini. “Seminggu terendam air, ditambah dengan guyuran hujan yang cukup deras,” terangya.

BACA JUGA :  Awasi Pusat Hiburan, Personil Satpol PP Cepu Ditambah

Sementara, Ahmad, warga lainnya menyatakan, ada banyak titik rawan longsor di desanya dan mulai mengancam pemukiman. Pekarangan warga yang ditanami jati juga longsor, tapi masih agak jauh dengan jalan. “Belasan pohon jati siap panen ikut terbawa lonsor, tapi tidak sampai terbawa arus,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh banyaknya aktifitas penambangan pasir mekanik saat air surut. “Mungkin ada 20 an. Kalau kondisi air seperti ini banyak aktifitas penambangan yang berhenti,” ujarnya.

Pihaknya berharap, longsor tersebut segera diatasi. Sebab, jika hujan kembali mengguyur, dikhawatirkan longsor semakin meluas. “Harapan kami, penambang pasir untuk sementara bisa berhenti dulu. Tapi itu tergantung kesadaran,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kerja Bakti Penguatan Tanggul Sungai Piji desa Kesambi

Saat ini warga tengah bergotong royong untuk memasang tiang penahan longsor dari bambu. “Sebagai langkah antisipasi darurat,” jelasnya.

Tulus Sunarko, Koordinator Kesiapsiagaan Bencana Kecamatan Kedungtuban, menyatakan, membenarkan jika warga sekitar yang jalannya terkikis mengharapkan aktifitas penambangan dihentikan. “Langkah kami tetap memberikan pembinaan kepada para penambang, supaya tidak terjadi Gep antara warga,” jelasnya.

Seharusnya, lanjut dia, penambangan bisa berhenti total jika mengetahui kondisi seperti ini. “Akan kami larang untuk beroperasi,” jelasnya.

Setelah kami mintai keterangn, pihak desa akan segera menangani longsoran tersbut dengan dana yang tersedia. “Kami telah melaporkan kejadian kebencaaan ini kepada pihak Kabupaten,” ujarnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post