Lori PG Rendeng Kudus yang Bertahan Digerus Zaman

by
Lori PG Rendeng Kudus
Foto: Lori PG Rendeng, di Desa Rendeng, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Selasa (13-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pabrik Gula (PG) Rendeng merupakan sisa peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Didirikan pada tahun 1840 dengan nama Mirandolie Voute & Co atau yang dikenal dengan nama Rendeng Suiker Fabrik.

Pada era tersebut perkembangan transportasi tidak semasif saat ini. Kereta api merupakan alat transportasi masal yang paling populer dan modern pada masa itu. Sehingga banyak perusahaan yang menggunakannya sebagai transportasi andalan, dalam menggerakkan roda perekonomian dan pendistribusian barang ke sejumlah daerah.

TRENDING :  Bulog Targetkan Serap Beras 2,2 Juta Ton

Hal senada, terjadi di Pabrik Gula Rendeng. Pada masa itu, Lori (kereta yang digunakan untuk mengangkut tebu –red) digunakan sebagai alat angkut tebu satu-satunya dari petani menuju pabrik.

TRENDING :  Pelatihan BLK Kudus Tahap Pertama Diumumkan
Peta Jalur Lori PG Rendeng Kudus-2
Foto: Peta jalur lori Pabrik Gula Rendeng di Desa Rendeng, Kecamatan/Kabupaten Kudus, Selasa (13-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Tak heran, jika saat itu jalur lori mengular ke berbagai penjuru Kota Kudus. “Seingat saya pada waktu itu, jalur lori Pabrik Gula Rendeng mengular ke Utara hingga Desa Panjang. Ke arah Timur ke Desa Gondoarum, ke Selatan ke Desa Jepang dan ke Desa Kaliwungu,” ungkap Staf Tebang Angkut PG Rendeng, Sarmin Ahmad Turmudzi (35), Selasa (13-02-2018).

KOMENTAR SEDULUR ISK :