Lounching Jum’at Sehat Peduli Bumi di SDN 3 Menawan Gebog Kudus

Lounching Jum’at Sehat Peduli Bumi di SDN 3 Menawan Gebog Kudus

Kudus, isknews.com – Kadis Dikpora kabupaten Kudus meresmikan “Lounching Jum’at Sehat Peduli Bumi” yang dilaksanakan di SDN 3 Menawan RT 01/RW 01 Kec. Gebog Kab. Kudus, yang terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan apel pagi,dan senam bersama, selanjutnya melaksanakan penanaman pohon jambu sebanyak 60 buah,Jum’at pagi ini (02/12).jumatsehat-5-jd-edit

“Sekolah yang hijau adalah sekolah yang dalam makna luas, diartikan sebagai sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program program untuk mengintemalimasikan nilai nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah. Karenanya, tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif, berperilaku ramah lingkungan” ujar Kadis Dikpora Kab. Kudus Drs. Joko Susilo dalam sambutannya saat membuka kegiatan Lounching Jum’at Sehat Peduli Bumi.

TRENDING :  Jilid pertama Peringati 1 Abad, Madrasah Qudsiyyah Gelar Ziarah Mu'asis dan Bedah Buku

“Melihat kondisi lingkungan sekitar saat ini, konsep sekolah hijau sangat penting untnk diimplementasikan secara lebih luas. Berbagai bencana alam yang terjadi seperti banjir, tanah longsor, dan sebagainya, sebagian besar diakibatkan oleh perbuatan manusia yang merusak ekosistem lingkungan. Tentu saja perlu dilakukan upaya penyadaran agar manusia makin ramah pada lingkungan.
Di sinilah, konsep sekolah hijau dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui proses pembelajaran dan pembiasaan menjadi penting dan strategis. Di sekolah, proses pembelajaran mengarah pada upaya pembentukan perilaku siswa yang peduli lingkungan melalui model pembelajaran yang aplikatif dan menyentuh kehidupan sehari-hari”, imbuhnya.

Sementara itu Kapt Inf Sukaryono yg sehari harinya menjabat sebagai Danramil 08/Gebog menambahkan “Lingkungan sekolah dijadikan wahana pembiasaan perilaku peduli lingkungan sehari-hari untuk menuju pada satu tujuan yaitu internalisasi atau pembiasaan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. “Potensi internal sekolah seperti ketersediaan lahan, sumber daya air, energi, bentang alam, tradisi masyarakat sekitar, dan ekosistemnya merupakan obyek pengembangan dalam konsep sekolah hijau. Dalam program sekolah hijau harus mengembangkan : Kurikulum berbasis lingkungan, Pendidikan berbasis komunitas, Peningkatan kualitas lingkungan sekolah dan sekitarnya, Sistem pendukung yang ramah lingkungan, dan Manajemen sekolah yang berwawasan lingkungan,ujarnya saat menghadiri acara Lounching Jum’at Sehat Peduli Bumi tersebut.

TRENDING :  Sebanyak 144 Mahasiswa STIKES Cendekia Utama Kudus Di Wisuda

Di tempat yang sama Ka UPT Pendidikan Kec. Gebog Wahyudi SPdi MM, menyampaikan Implementasi sekolah hijau dilakukan dalam 3 langkah strategis yaitu
– Pertama Bidang Kurikuler, pembelajaran lingkungan hidup dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada. Guru harus pandai mengemas
pembelajaran dengan pemahaman dan pengalaman belajar yang aplikatif.
– Kedua, bidang ekstrakurikuler yaitu mengarah pada pembentukan kepedulian siswa terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penyuluhan lingkungan
dan lomba karya lingkungan.
– Ketiga, bidang pengelolaan lingkungan sekolah, tambah Wahyudi.

TRENDING :  Soal Ujian Nasional Tingkat Jateng SMA Sederajat Sabtu (02/04) Dikirim dari PT.Pura

Kegiatan lounching jum’at sehat peduli bumi dihadiri Kadis Dikpora Kab. Kudus Drs Joko Susilo,Camat Gebog Syaiful Huda SH, MH yang didampingi  Kapt Inf
Sukaryono Danramil 08/Gebog bersama jajaran Muspika Gebog,UPT Puskesmas Kec Gebog seluruh anggota Koramil 08/Gebog, Kepala Sekolah SDN 3 Menawan Ibu Feri Rusiana SPd,bersama Guru pendamping yg lain serta Siswa siswi SDN 3 Menawan, yg dihadiri sekitar ± 352 orang. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post