LSM LePAsP Unjukrasa Tuntut Perbaikan Nasib Pekerja Outsourcing

by
isknews
Foto: Aktivis yang tergabung LSM LePAsP (Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik) Kabupaten Kudus, saat berunjukrasa di alun alun Simpang Tujuh Kudus. (Yayuk/ISKNEWS.COM)

Usai audiensi, Achmad Fikri, mengatakan, kita sedang menyampaikan aspirasi dari masyarakat kecil. Realitanya saat ini mereka sudah bekerja, tetapi tidak mendapatkan hak-haknya. Oleh karenanya setelah kami mencoba melakukan audiensi dengan bupati, DPRD dan OPD pengguna anggaran. “Ternyata ada sistem yang belum berjalan sebagaimana dengan mestinya.”

TRENDING :  Cegah Aksi Kejahatan, Pusat Perbelanjaan di Kudus Diawasi Ketat
isknews
Foto: Kepala BPPKAD, Eko Jumartono didampingi Kakan Kesbangpol Kudus, Eko Dwi Jadmiko, saat menerima audiensi pengunjukrasa, di lanfai empat gedung Setda Kudus. (Yayuk/ISKNEWS.COM)

Sistem tersebut, antara lain, proses anggaran seperti kemarin, dimulai Maret, ada bulan yang mereka itu belum dibayar, tetapi memang benar-benar tidak dibayar, karena tidak ada ikatan atau kontrak yang menjadi dasar hukum membayar mereka, sementara realitanya mereka sudah bekerja.

Oleh karenanya, dari audiensi ini ada perbaikan sistem, agar teman-teman pekerja ini benar-benar dihormati hak normatifnya, juga benar-benar dihargai keringatnya. “Harapan kami, pasca aksi unras saat ini, para pekerja outsourching mendapatkan solusi yang konkrit dari Pemkab Kudus.”

TRENDING :  Kisah Panjang Asal Usul Desa Karangrowo

Sementara itu, Kepala BPPKAD, Eko Jumartono, dalam keterangannya mengatakan, Pemkab menyampaikan terimakasih atas usulan dari teman-teman semua, untuk perbaikan nasib outsourcing. “Kami akan melakukan evaluasi, artinya, saran-saran dari teman-teman LSM akan segera kami tindak lanjuti.”

TRENDING :  Panwaskab Kudus Temukan Joki Petugas Coklit

KOMENTAR SEDULUR ISK :